Opini

Aceh Butuh Pemimpin, bukan Sultan Manja

Yayasan ini bertujuan membentuk generasi unggul dengan meningkatkan kualitas pendidikan serta membuka akses yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia.

Editor: mufti
IST
Frida Pigny SIP MCom, Home Education Specialist, Advokat Keberagaman, Publik Speaker, Anggota Aceh Australian Alumni (AAA), dan Founder SuperSchool.ing 

Aceh memiliki potensi besar untuk melahirkan pemimpin-pemimpin hebat. Namun, itu hanya bisa terjadi jika kita berani keluar dari pola pikir lama dan membangun generasi yang mandiri, berdaya saing tinggi, serta siap menghadapi tantangan global. Kejayaan di masa lalu seharusnya menjadi inspirasi, bukan sekadar nostalgia. Kita perlu membangun fondasi pendidikan dan karakter yang kuat agar anak-anak Aceh mampu berperan di tingkat nasional maupun internasional. Inilah saatnya bagi kita untuk mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya pintar mengenang kejayaan masa lalu, tetapi juga cerdas menciptakan masa depan yang lebih gemilang untuk negeri rencong.

Saya juga ingin mengajak para orang tua untuk berhenti melihat anak laki-laki sebagai satu-satunya pewaris tahta, sebagai "Sultan" yang harus diutamakan dalam pendidikan dan kesempatan berpetualang. Anak perempuan pun memiliki potensi yang sama besar untuk menjadi pemimpin dunia. Menjadi unggul, kompetitif, dan berkontribusi dalam perubahan besar. Sejarah telah membuktikan bahwa perempuan Aceh memiliki peran penting dalam perjuangan dan kepemimpinan.

Sudah saatnya kita menanamkan keyakinan bahwa setiap anak, tanpa memandang gender, berhak bermimpi besar dan diberi peluang yang sama untuk mewujudkannya. Sembari menulis ini, saya sudah bisa membayangkan Aceh menjadi provinsi penghasil pemimpin yang membawa perubahan besar bagi masyarakat dunia. Insya Allah!(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved