Senin, 11 Mei 2026

Konflik Suriah

Pemantau HAM: Pasukan Rezim Baru Suriah Bantai 162 Warga Sipil

Rekaman grafis tersebar luas di platform media sosial, mendokumentasikan kejahatan perang yang mengerikan. Beberapa video mendokumentasikan momen bebe

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
RNTV/TangkapLayar
TERAPKAN JAM MALAM - Pasukan rezim baru pemerintahan Suriah saat menangani kerusuhan yang terjadi di wilayah-wilayah yang menjadi basis pendukung Presiden terguling, Bashar Al-Assad, Kamis (6/3/2025). Pasukan Suriah dlaporan menerapkan jam malam di sejumlah wilayah pesisir negara tersebut. 

SERAMBINEWS.COM - Sebagian besar warga sipil yang terbunuh di seluruh Suriah pada tanggal 7 Maret dieksekusi oleh pasukan rezim baru Suriah, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), Sabtu. 

Mayoritas dari mereka menjadi sasaran eksekusi singkat yang dilakukan oleh personel yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan Suriah dan Pasukan Keamanan Dalam Negeri. 

Organisasi tersebut mengatakan bahwa tindakan tersebut menandai "eskalasi berbahaya dalam pelanggaran yang sedang berlangsung terhadap warga sipil."

Rekaman grafis tersebar luas di platform media sosial, mendokumentasikan kejahatan perang yang mengerikan. Beberapa video mendokumentasikan momen beberapa warga Suriah yang tidak bersenjata ditembak mati oleh pasukan keamanan, beberapa di antaranya juga dipermalukan sebelum dieksekusi. 

Baca juga: Pasukan Suriah Eksekusi 52 Kaum Alawi saat Bentrok dengan Milisi Pro-Assad, Lebih 70 Orang Tewas

Daftar pembantaian yang terjadi di Suriah pada 7 Maret 2025

Lebih jauh, SOHR telah merilis daftar terperinci lokasi terjadinya kekejaman ini, yang memberikan gambaran menyeluruh tentang meningkatnya kekerasan di seluruh Suriah. Ini adalah lokasi-lokasi yang terdokumentasi:

Baniyas, daerah pedesaan Tartus

60 warga sipil tewas di kota Baniyas, termasuk 10 wanita dan 5 anak-anak. 

SOHR mengatakan bahwa para korban dieksekusi dengan tembakan dalam sebuah "serangan hebat".

Dweir Baabda, Beit Aana, pedesaan Jableh, Latakia 

7 warga sipil ditembak mati secara langsung.

Desa Al-Shir, pedesaan Latakia

24 warga sipil terbunuh dalam eksekusi massal. 

Desa Al-Mukhtariyah, wilayah Al-Haffa, Latakia

38 warga sipil ditembak dari jarak dekat.

Kota Al-Haffa, Latakia

7 warga sipil meninggal karena luka tembak parah di kepala atau dada. 

Yahmour, daerah pedesaan Tartus
Dua pemuda yang mencoba melarikan diri dari desa ditembak mati. 

Salhab, daerah pedesaan Hama

Sheikh Shaaban Mansour dan putranya dieksekusi setelah ditahan oleh pihak berwenang, menurut SOHR. 

Perlu dicatat bahwa mayat Syekh Alawi berusia 90 tahun itu ditemukan tergeletak di jalan pada hari Jumat.

Desa Qarfis, Latakia

22 warga sipil tewas dalam serangan yang menargetkan rumah-rumah desa.

SOHR menyerukan masyarakat internasional untuk mengambil tindakan

SOHR menggambarkan tindakan tersebut sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang berat dan menyerukan masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan dengan mengirimkan tim investigasi khusus untuk mendokumentasikannya. 

Observatory mendesak otoritas Suriah untuk meminta pertanggungjawaban personel keamanan dan pertahanan yang terlibat dalam eksekusi tersebut, dan memperingatkan bahwa "impunitas hanya akan mendorong terulangnya kejahatan seperti itu di masa mendatang, sehingga menimbulkan ancaman serius terhadap stabilitas politik dan sosial Suriah di era pasca-Assad."(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved