Sering Merasa Lelah hingga Mengantuk di Siang Hari? Ternyata Ini Penyebabnya

Sementara itu, tekanan tidur mengacu pada kebutuhan tidur yang terus meningkat seiring lamanya kita tetap terjaga.

Editor: Nurul Hayati
Freepik
Ilustrasi tidur, kantuk di siang hari. 

Sementara itu, tekanan tidur mengacu pada kebutuhan tidur yang terus meningkat seiring lamanya kita tetap terjaga.

SERAMBINEWS.COM - Menurut presiden Society of Behavioral Sleep Medicine, Stephen Justin Thomas, rasa kantuk dan lelah di siang hari adalah fisiologi yang normal.

"Berbagai tempat di dunia menanggapi penurunan energi alami itu dengan membuat waktu istirahat khusus di siang hari dengan menutup sementara tokonya atau meluangkan waktu untuk rileks," kata Thomas.

Rasa kantuk secara luas diyakini dipengaruhi oleh ritme sirkadian dan tekanan tidur, ujar Dr. Ian Katznelson, ahli saraf di Northwestern Medicine Lake Forest Hospital.

Para ahli menjelaskan bahwa ritme sirkadian mengatur bagaimana fungsi tubuh naik dan turun dalam siklus sekitar satu hari, yang sebagian besar dikendalikan oleh "jam biologis" di otak.

Lemas dan mengantuk merupakan tantangan yang dihadapi banyak orang di siang hari.

Penurunan energi di sore hari memang lebih sering dialami orang yang kurang tidur, tapi terkadang meski kita sudah cukup beristirahat rasa lelah tetap saja terjadi.

Sementara itu, tekanan tidur mengacu pada kebutuhan tidur yang terus meningkat seiring lamanya kita tetap terjaga.

Semakin lama terjaga, makin cepat energi terkuras dan keinginan tidur terbentuk.

KPAI Minta Kaji Ulang Kebijakan Masuk Sekolah Pukul 05.30
Artikel Kompas.id 
 
Selama terjadi penurunan energi sore hari, dua kekuatan ini; tekanan untuk tidur dan irama sirkadian, saling bertarung. 

Ketika kita merasa sangat lelah, keinginan untuk tidur adalah kutub yang menang.

"Berapa lama rasa kantuk ini bertahan bisa bervariasi, tetapi kebanyakan orang akan mengalami "second wind" atau lonjakan energi kembali di awal malam, kata Dr. Avidan.

Namun, rasa lelah ini bisa terasa lebih parah jika seseorang mengalami kurang tidur atau memiliki jadwal tidur yang tidak teratur.

Gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea juga dapat memperburuk kondisi ini.

Baca juga: Tidur Saat Berpuasa Bernilai Ibadah? ISAD Aceh: Puasa Bukan untuk Malas-malasan

Adakah pengaruh makanan

Ilustrasi tidur siang
Ilustrasi tidur siang (NET)
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved