KUPI BEUNGOH
Manajemen Membangun Generasi Muda Qur’ani di Era Teknologi Digital
Guru/dosen dan siswa/mahasiswa tidak lagi terbangun interaksi yang edukatif dalam proses pembelajaran, bimbingan dan penyuluhan kepada mareka.
*) Oleh Dr. H. Herman, M.A
KONDISI generasi muda sekarang ini sepertinya sudah kurang terkoneksi antara pikiran, sikap dan perilaku dengan ajaran agama Islam pada saat menggunakan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini disebabkan karena media sosial dalam menyajikan informasi tidak lagi melewati proses penyaringan yang ketat (terfiltrasi), dan dalam mempromosikan gaya hidup sering kali tidak sesuai dengan ajaran Islam (influencer).
Konon lagi, pendidikan karakter yang dijadikan sebagai pengawal nilai moral generasi muda, ternyata terjebak dengan pengetahuan akademik dari pada pembentukan budi pekerti yang luhur, akhlak yang mulia serta moral dan etika generasi muda yang tangguh.
Belum lagi, orang tua dan anak sudah terputus komunikasi yang efektif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Guru/dosen dan siswa/mahasiswa tidak lagi terbangun interaksi yang edukatif dalam proses pembelajaran, bimbingan dan penyuluhan kepada mareka.
Lingkungan tempat tinggal orang tua dan anak tidak lagi mendukung belajar yang sehat dan menyenangkan. Jaringan internet cukup menguat dalam menyebarkan informasi yang menggoda iman dan ketaqwaan generasi muda.
Begitu juga game online yang tersedia sudah dapat diakses dimana-mana, dan kapan saja dapat digunakan oleh generasi muda yang mengikis habis nilai-nilai ajaran agama Islam dalam kehidupan generasi muda.
Dalam konsep ajaran Islam generasi muda adalah aset yang sangat berharga dan memiliki peran penting dalam membangun umat Islam.
Generasi muda juga sebagai tulang punggung umat dan sebagai perjuang dalam mempertahankan ajaran Islam (HR. Abu Dawud).
Generasi muda sebagai pewaris ajaran agama Islam memiliki tanggung jawab mengamalkan, menyebarkan dan memperjuangkan tegaknya ajaran agama Islam.
Generasi muda sebagai agen perubahan yang dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat dan umat Islam.
Generasi muda sebagai pembawa panji Islam yang dapat memperjuangkan dan mempertahankan ajaran Islam.
Melihat pakta emperis dan pakta teoritis tersebut diatas sangatlah dibutuhkan manajemen membangun generasi muda qur’ani di era digital, guna melahirkan generasi muda yang kuat dan tangguh iman dan taqwa (Imtaq) dan ilmu, teknologi dan kerampilan (Imtek) pada saat menghadapi tantangan dan kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.
Generasi muda yang kuat dan tangguh imtaq adalah generasi muda yang memiliki iman dan taqwa yang kuat serta selalu berbuat kebaikan dan menjauhi kejahatan dalam hidupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-H-Herman-MADosen-STAIN-Teungku-Dirundeng-Meulaboh.jpg)