Kupi Beungoh
Saat Idul Fitri Lakukan Amalan Sunah Ini
Hari raya idul firi adalah orang Islam kembali kedalam keaadaan yang bersih dan suci.
*) Oleh : Dr. Wahyu Khafidah, S.Pd.I, MA
SEBENTAR lagi idul fitri (1 Syawal) menghampiri, suasana yang sangat perlu dirayakan dengan penuh kebahagian, hari raya fitri atau idul fitri yang dapat dimaknai kembali suci, makna idul fitri ini adalah kembalinya seseorang ke dalam keadaan suci atau terbebas dari segala dosa, kesalahan dan keburukan, idul fitri merupakan hari kemenangan karena orang Islam sudah mampu melawan hawa nafsu selama sebulan.
Hari raya idul firi adalah orang Islam kembali kedalam keaadaan yang bersih dan suci.
Idul fitri berasal dari orang-orang Persia kuno yang menyukai perayaan besar.
Perayaan ini di islamisasikan dengan perayaan idul fitri yang dilakukan oleh nabi Muhammad pada tahun 624 M (2 H) setelah perang Badar, kemenangan kaum muslimin menghadapi kafir Quraish, pada saaat ini ada dua kemenangan yang dirasakan yaitu kemenangan melawan hawa nafsu dan juga kemenangan melawan kafir Qurais.
Sunah pertama yang dilakukan saat idul fitri adalah membaca takbir: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallahu wallaahu akbar, Allaahu akbar walillaahil hamd" artinya "Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah".
Adapun waktu membaca takbir ini adalah pada malam masuknya tanggal satu syawal, kemudian dibaca juga setelah shalat fardhu selama lima waktu yang dilakukan pada hari 1 Syawal.
Kemudian takbir ini dibaca saat pagi ketika hendak menunggu akan dimulainya shalat idul fitri.
Melakukan takbir idul fitri ini bisa dilakukan dengan cara takbir muqayyad, yang dianjurkan dibaca pada setelah shalat fardhu dan sunnah. Kemudian takbir mursal yang dibaca kapan pun dan dimana pun.
Membaca Takbir ini diucapkan karena bentuk rasa syukur dan pengangungan kepada Allah SWT serta menyakini bahwa kebesaran itu hanya milik Allah SWT.
Dalam pembacaan takbir ini bisa dibaca sendiri dan juga berjamaah (bersama-sama) dilakukan di menasah, masjid, surau atau pun saat pawai takbiran pada malam 1 syawal.
Shalat idul fitri adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dikukuhkan), shalat idul fitri disunahkan dilakukan secara berjamaah pada waktu pagi hari, boleh dilakukan di masjid, bahkan boleh juga dilaksanakan di lapangan, tentunya hal ini untuk menampung makmum (jamaah) lebih banyak serta kondisi yang memungkinkan, misalnya tidak hujan.
Sunnah kedua, mandi sunnah hari raya dengan niat nawaitul ghusla li 'idil fithri sunnatan lillahi ta'ala. Artinya: Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah ta'ala.
Kemudian memakai pakaian terbaik bukan pakaian yang mahal.
Pakaian yang dipakai adalah baju yang menutup aurat bagi perempuan dan laki-laki, pakaian yang terbaik, bersih serta suci.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-Muslimah-ISAD-Dr-Wahyu-Khafidah.jpg)