Selasa, 14 April 2026

Kupi Beungoh

Manajemen Menyusui : Pilar Kesehatan Global pada Hari Kesehatan Dunia 2025

Hari Kesehatan Dunia atau World Health Day yang diperingati setiap tanggal 7 April menjadi momen penting untuk merefleksikan isu-isu kesehatan global

Editor: Amirullah
For Serambinews.com
Bengi Muthmainnah, Mahasiswi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan Pengurus AIMI Aceh 

Oleh: Bengi Muthmainnah

Hari Kesehatan Dunia atau World Health Day yang diperingati setiap tanggal 7 April menjadi momen penting untuk merefleksikan isu-isu kesehatan global.

Pada tahun 2025, dengan tema yang menyoroti kesehatan ibu dan anak, manajemen menyusui menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung kesejahteraan generasi masa depan. 

Menyusui bukan hanya tindakan biologis alami, fondasi kesehatan, praktik individu tetapi juga bagian integral dari manajemen promosi kesehatan.

Promosi kesehatan, sebagaimana didefinisikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), adalah proses pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kontrol atas kesehatan mereka. 

Dalam konteks ini, menyusui dapat dilihat sebagai titik temu antara perilaku individu dan upaya kolektif untuk mencapai kesejahteraan global. Opini ini akan membahas bagaimana manajemen menyusui dapat diintegrasikan dengan strategi promosi kesehatan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.

Baca juga: Es Krim Mengandung 40 Persen Alkohol Ditemukan di Surabaya, Dijual di Mal: Ada Varian Jack Daniels

Manajemen Menyusui dalam Bingkai Promosi Kesehatan

Menyusui memiliki manfaat yang telah terbukti secara ilmiah, mulai dari meningkatkan imunitas bayi hingga mendukung kesehatan mental ibu. Namun, keberhasilannya tidak hanya bergantung pada kemauan ibu, tetapi juga pada lingkungan yang memungkinkan.

Di sinilah manajemen promosi kesehatan berperan. Promosi kesehatan bertujuan untuk menciptakan kondisi yang mendukung perilaku sehat melalui pendidikan, advokasi, dan perubahan kebijakan.

Dalam hal menyusui, manajemen yang efektif mencakup penyediaan informasi yang akurat, pembentukan dukungan sosial, penghapusan hambatan struktural dan semua prinsip dasar promosi kesehatan.

Sebagai contoh, edukasi ibu tentang teknik menyusui yang benar dan manfaat ASI eksklusif adalah bentuk promosi kesehatan berbasis pengetahuan.

Ketika ibu memahami cara memposisikan bayi, menjaga produksi ASI, mengatasi masalah seperti putting lecet atau mastitis, dan mengetahui bahwa ASI dapat mencegah diare atau infeksi saluran pernapasan pada bayi, maka mereka lebih termotivasi untuk menyusui dan proses menyusui menjadi lebih lancar dan berkelanjutan. 

Namun edukasi saja tidak cukup, dalam promosi kesehatan harus menekankan pentingnya "konteks" seperti dukungan keluarga, akses ke layanan kesehatan, dan kebijakan ramah menyusui di tempat kerja.

Dengan kata lain, manajemen menyusui yang sukses adalah hasil dari pendekatan holistik yang selaras dengan promosi kesehatan.

Baca juga: Jagalah Marwah Serambi Mekah Dengan Menutup Kafe Dan Warkop Pada Waktu Azan Shalat 

Tantangan dan Peran Promosi Kesehatan

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved