Kupi Beungoh
Politik Itu Suci: Mari Kita Bela yang Benar dan yang Lemah
Sayangnya, dalam praktiknya, politik kerap tercemar oleh korupsi, manipulasi, dan kepentingan pragmatis.
Oleh: Dr. Iswadi, M.Pd*)
DALAM perjalanan sejarah bangsa dan negara, politik sering kali dipandang sebagai sesuatu yang kotor, penuh intrik, dan jauh dari nilai-nilai moral.
Namun sesungguhnya, pandangan ini lahir dari praktik-praktik kekuasaan yang menyimpang dari makna sejati politik itu sendiri.
Pada hakikatnya, politik adalah sesuatu yang suci.
Ia merupakan alat untuk mewujudkan kebaikan bersama, sarana mengelola perbedaan, serta jalan untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Kesucian politik terletak pada niat dan tujuan dasarnya: memperjuangkan kebenaran dan membela yang lemah.
Politik bukanlah sekadar alat untuk meraih kekuasaan demi kepentingan pribadi atau golongan.
Ia adalah panggilan untuk berbakti kepada rakyat dan memperjuangkan keadilan bagi semua kalangan.
Dalam konteks ini, politik menjadi ladang pengabdian, tempat di mana nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, empati, dan tanggung jawab harus terus tumbuh dan berkembang.
Sayangnya, dalam praktiknya, politik kerap tercemar oleh korupsi, manipulasi, dan kepentingan pragmatis.
Rakyat kecil menjadi korban dari sistem yang tidak adil, sementara suara-suara mereka yang lemah sering diabaikan oleh para pemegang kekuasaan.
Di tengah kondisi ini, kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk mengembalikan marwah politik sebagai jalan perjuangan suci.
Membela yang benar berarti berani berdiri di sisi kebenaran, meskipun penuh risiko.
Kebenaran dalam politik tidak boleh tunduk pada kepentingan sesaat atau tekanan kekuasaan.
Ia harus ditegakkan atas dasar keadilan, fakta, dan kepentingan rakyat secara menyeluruh.
| Perang dan Damai - Bagian 12, Perpanjangan Gencatan Senjata, Persiapan Perdamaian |
|
|---|
| Saatnya Wakaf Harus Naik Kelas, Dari Aset Diam Menjadi Kekuatan Umat |
|
|---|
| PR untuk Rektor di Aceh: Alumni Universitas Menganggur Makin Tinggi |
|
|---|
| Earth Day: Saatnya Pendidikan Menjawab Krisis Lingkungan |
|
|---|
| Menjawab Tuduhan “Logical Fallacy” dalam Polemik JKA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Iswadi-MPd-Dosen-Universitas-Esa-Unggul-Jakarta_19042024.jpg)