Kupi Beungoh
Politik Itu Suci: Mari Kita Bela yang Benar dan yang Lemah
Sayangnya, dalam praktiknya, politik kerap tercemar oleh korupsi, manipulasi, dan kepentingan pragmatis.
Dengan menjadi warga negara yang sadar, peduli, dan aktif, kita sudah turut serta dalam perjuangan membela kebenaran dan memperjuangkan keadilan.
Saya mengajak seluruh elemen masyarakat-khususnya para pendidik, mahasiswa, dan generasi muda-untuk tidak apatis terhadap dunia politik.
Mari jadikan politik sebagai alat perjuangan yang mulia, sarana untuk memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, dan benteng perlindungan bagi mereka yang lemah dan tak bersuara.
Politik itu suci--jika dijalankan dengan hati yang bersih, niat yang tulus, dan komitmen terhadap keadilan.
Mari kita bela yang benar dan yang lemah, demi masa depan bangsa yang lebih adil, lebih bermartabat, dan lebih beradab.
*) PENULIS adalah Dosen Universitas Esa Unggul Jakarta.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca artikel Kupi Beungoh lainnya di SINI
| Perang dan Damai - Bagian 12, Perpanjangan Gencatan Senjata, Persiapan Perdamaian |
|
|---|
| Saatnya Wakaf Harus Naik Kelas, Dari Aset Diam Menjadi Kekuatan Umat |
|
|---|
| PR untuk Rektor di Aceh: Alumni Universitas Menganggur Makin Tinggi |
|
|---|
| Earth Day: Saatnya Pendidikan Menjawab Krisis Lingkungan |
|
|---|
| Menjawab Tuduhan “Logical Fallacy” dalam Polemik JKA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Iswadi-MPd-Dosen-Universitas-Esa-Unggul-Jakarta_19042024.jpg)