Kupi Beungoh

Standar Layanan dan Etika Komunikasi: Pilar Utama Pariwisata Aceh yang Berkelanjutan

Dengan pesona yang dimilikinya, Aceh tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.

Editor: Firdha Ustin
FOR SERAMBINEWS.COM
Dana Ismawan - Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry/Pembelajar Komunikasi Bisnis dan Pariwisata. 

Attraction (Atraksi) merujuk pada daya tarik utama yang dimiliki suatu daerah, seperti keindahan alam, warisan budaya, atau atraksi buatan manusia.

Accessibility (Aksesibilitas) adalah aspek kemudahan wisatawan untuk mencapai destinasi wisata, termasuk transportasi, infrastruktur jalan, dan navigasi.

Accommodation (Akomodasi) merupakan penjabatan dari tersedia berbagai pilihan penginapan yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan, seperti hotel, villa, atau homestay.

Activities (Aktivitas) adalah beragam kegiatan menarik yang dapat dilakukan wisatawan selama di destinasi, seperti wisata alam, olahraga air, atau kegiatan budaya, serta Amenities (Fasilitas) yakni beragam fasilitas pendukung yang meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Implementasi konsep 5A dalam pariwisata ini sangat penting karena menentukan dan mengukur tingkat daya saing destinasi, meningkatkan kepuasan wisatawan, sekaligus turut mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Selain itu, konsep wisata halal yang sejak lama telah dikembangkan sebagai konsep pariwisata Aceh juga menjadi daya tarik tersendiri. Namun demikian, konsep pariwisata halal ini juga harus didukung dengan penerapan standar pelayanan yang maksimal. 

Berdasarkan data dari standar global muslim travel index (GMTI) dikemukakan bahwa terdapat beberapa standar dan pertimbangan mengenai konteks kegiatan wisata halal.

Terdapat 4 pertimbangan yang mengatur tentang standar pariwisata halal dunia, antara lain: akses, komunikasi, lingkungan dan jasa. Dari ke empat aspek tersebut,  nilai paling tinggi yaitu di bidang jasa yakni sebesar 40 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan wisatawan sangat ditentukan oleh pelayanan yang baik, islami dan kelancaran selama kegiatan berwisata.

Pelayanan yang baik akan mendorong peningkatan pengunjung dan kemajuan pada sektor pariwisata.

Lebih lanjut, penerapan standar pelayanan yang tinggi tidak hanya berdampak pada kepuasan pelanggan, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi lokal.

Bisnis pariwisata yang memberikan pelayanan terbaik akan terus mendapatkan pengunjung dan membantu mendorong perekonomian daerah.

Hal ini juga berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat lokal, karena semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula kesempatan bagi masyarakat Aceh untuk terlibat dalam industri pariwisata.

Etika Komunikasi sebagai Pilar Keberhasilan Bisnis

Aceh memiliki karakteristik budaya yang kuat, dengan norma-norma adat dan agama yang sangat kental.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved