Breaking News

Internasional

Demi Bawa Pulang Rp9.600 Triliun dari Saudi, Trump Cabut Sanksi Suriah dan Ajak Iran Damai?

"Kami siap berdialog. Kami ingin perdamaian, dan kami berharap Teheran menerimanya," ujarnya.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
YouTube The White House
DONALD TRUMP - Foto ini diambil dari YouTube The White House pada Rabu (5/3/2025) 

Kebijakan baru Trump ini disebut sebagai pukulan diplomatik untuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Trump memutuskan untuk tidak mengunjungi Israel dalam perjalanan ini, dan kebijakannya terkait Iran dan Suriah bertentangan dengan sikap keras Israel terhadap dua negara tersebut.

Netanyahu sendiri dikabarkan kecewa karena Trump tidak menjadwalkan pertemuan dengannya, meski berada di wilayah Timur Tengah.

Kunjungan Trump kali ini juga sangat kontras dengan lawatan Presiden Joe Biden sebelumnya ke Arab Saudi.

Biden pernah bersumpah menjadikan kerajaan itu sebagai "paria" karena pelanggaran HAM, terutama pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Saat itu, Pangeran MBS bahkan tidak menyambut Biden di bandara.

Sebaliknya, Trump menyebut MBS sebagai "pria luar biasa" dan "teman saya", serta terus memuji sang pangeran sepanjang acara.

Para Tokoh Besar Hadir

Forum investasi di Riyadh dihadiri sekitar 250 tokoh penting, termasuk CEO SpaceX Elon Musk, CEO Amazon Andy Jassy, CEO Blackstone Stephen Schwarzman, dan pendiri OpenAI Sam Altman.

Bahkan Patrick Soon-Shiong, pemilik LA Times dan miliarder bidang medis, terlihat berbincang hangat dengan para pemimpin.

Trump juga memperkenalkan kepala stafnya, Susie Wiles, kepada MBS.

Baca juga: Zelensky Tantang Putin! Siap Tatap Muka di Istanbul Demi Akhiri Perang 

Agenda Selanjutnya

Setelah menyelesaikan agenda di Arab Saudi, Trump dijadwalkan menghadiri pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) pada Rabu pagi.

 Sore harinya, ia akan terbang ke Qatar, dan mengakhiri perjalanannya pada Jumat dengan kunjungan ke Uni Emirat Arab.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio akan menghadiri pembicaraan di Turki bersama utusan khusus AS Steve Witkoff dan Keith Kellogg, terkait kemungkinan pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Kunjungan Trump ini memperlihatkan bagaimana ia ingin menjalin kembali kekuatan diplomasi dan ekonomi Amerika di kawasan, sekaligus menegaskan bahwa “tidak ada musuh yang abadi” dalam politik luar negeri versi Trump.

Baca juga: VIDEO - Trump Singgung Nuklir Iran di Depan Putra Mahkota Arab Saudi

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved