Breaking News
Kamis, 30 April 2026

KUPI BEUNGOH

Zulhijjah Meningkatkan Keimanan dan Ketaatan

Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah."

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
SERAMBINEWS.COM/IST
Pengurus ISAD Aceh, Tgk Junaidi SH MAg 

*) Oleh: Junaidi, S.H., M.Ag

ISLAM sebagai agama yang sempurna telah mengatur kehidupan umatnya secara menyeluruh, termasuk dalam hal waktu.

Di antara waktu-waktu yang dimuliakan dalam Islam adalah bulan-bulan haram, salah satunya adalah bulan Zulhijjah.

Bulan ini merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriyah dan memiliki banyak keistimewaan yang berkaitan langsung dengan peningkatan spiritual seorang Muslim.

Melalui berbagai ibadah yang disyariatkan, seperti haji, kurban, puasa Arafah, serta amalan-amalan sunnah lainnya, bulan Zulhijjah menjadi momentum emas untuk memperkuat keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Keutamaan bulan Zulhijjah tersebut dalam nash Al-Quran surat At-Taubah ayat 36 yang dijelaskan empat bulan haram (al-ashhur al-hurum): "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram..."

Bulan haram adalah bulan-bulan yang dimuliakan, di mana pahala dilipatgandakan dan dosa pun diperberat.

Dalam konteks ini, sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah merupakan waktu yang paling utama dalam setahun.

Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah." (HR. Bukhari)

Keutamaan ini menunjukkan bahwa waktu memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas amal ibadah.

Dalam sepuluh hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti shalat sunnah, puasa, sedekah, membaca Al-Qur'an, dan berdzikir, termasuk membaca takbir, tahmid, dan tahlil.

Puncak ibadah Haji pada wukuf di Arafah yang dilakukan pada tanggal 9 Zulhijjah sebagai ibadah yang tertinggi, serta salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Zulhijjah adalah puasa Arafah.

Bagi mereka yang tidak menunaikan ibadah haji, puasa ini memiliki keutamaan luar biasa.

Rasulullah SAW bersabda:  "Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya." (HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa puasa Arafah adalah bentuk ketaatan yang mendatangkan pengampunan besar dari Allah SWT.

Dengan melaksanakan ibadah ini, seorang Muslim tidak hanya menjalankan perintah Allah, tetapi juga memperkuat rasa takwa dan muhasabah diri.

Ibadah Haji dan Makna Pengorbanan

Pada 10 Zulhijjah juga merupakan bulan di mana jutaan umat Islam dari seluruh dunia melaksanakan ibadah haji, rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi yang mampu.

Ibadah haji adalah simbol ketaatan total seorang Muslim kepada Allah SWT.

Dalam proses haji, umat Islam meninggalkan kenyamanan dunia, mengenakan pakaian ihram yang sederhana, dan mengikuti rangkaian ibadah sesuai dengan tuntunan syariat.

Pelajaran yang terkandung di dalamnya tentang kesabaran, ketundukan, persatuan umat, dan pengorbanan.

Semua itu merupakan bentuk aktualisasi keimanan yang tinggi, sebagaimana diperlihatkan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.

Ketika diperintahkan untuk menyembelih putranya, Ibrahim menunjukkan ketaatan tanpa syarat kepada Allah SWT, dan Ismail menunjukkan kepasrahan yang luar biasa.

Kisah ini diabadikan dalam Al-Quran dan menjadi landasan ibadah kurban yang dilakukan pada tanggal 10 Zulhijjah.

Ibadah Kurban: Aktualisasi Keimanan dan Ketaatan

Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi lebih dari itu, ia merupakan simbol dari pengorbanan dan ketundukan kepada Allah SWT.

Firman Allah dalam surat Al-Hajj ayat 37: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamu-lah yang dapat mencapainya..." (QS. Al-Hajj: 37)

Ayat ini menegaskan bahwa hakikat kurban adalah keikhlasan dan ketakwaan.

Dalam konteks peningkatan keimanan, ibadah kurban mengajarkan umat Islam untuk mendahulukan perintah Allah di atas kepentingan pribadi, serta berbagi dengan sesama, terutama kaum dhuafa.

Momentum Muhasabah Diri

Zulhijjah juga dapat dijadikan waktu untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

Dengan berbagai ibadah yang dianjurkan, umat Islam diajak untuk merenungi sejauh mana kualitas iman dan amal mereka selama ini.

Banyak orang menggunakan momen ini untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbanyak taubat, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan syariat.

Selain itu, bulan ini juga mempererat ukhuwah Islamiyah melalui kegiatan seperti penyembelihan dan distribusi hewan kurban, memperbanyak silaturahmi, dan saling berbagi rezeki.

Semua ini merupakan wujud nyata dari keimanan yang tidak hanya bersifat vertikal (hablum minallah), tetapi juga horizontal (hablum minannas).

Hari Tasyrik (11-13 Zulhijjah)

Hari-hari tasyrik adalah tiga hari setelah Iduladha yang juga merupakan bagian dari rangkaian ibadah haji.

Pada hari-hari ini, umat Islam dilarang berpuasa dan dianjurkan memperbanyak takbir, zikir, serta menyempurnakan penyembelihan kurban.

Jamaah haji melanjutkan pelontaran jumrah sebagai bagian dari manasik.

Zulhijjah adalah bulan yang penuh keberkahan dan kemuliaan.

Melalui berbagai ibadah yang khas di bulan ini haji, puasa Arafah, kurban, dan amalan sunnah lainnyaumat Islam diberi kesempatan untuk memperkuat keimanan dan meneguhkan ketaatan kepada Allah SWT.

Kesempatan ini tidak datang setiap saat, maka semestinya disambut dengan penuh antusias dan kesungguhan.

Dengan memaksimalkan amal ibadah di bulan Zulhijjah, seorang Muslim tidak hanya meraih pahala berlimpah, tetapi juga menyiapkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih taat, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama. (*)

*) PENULIS adalah Anggota DPP ISAD Aceh serta Tenaga Pengajar di STISNU Aceh

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved