Breaking News

Konflik Iran vs Israel

Bahaya Jika Iran Tutup Selat Hormuz, Ini Dampak yang Dirasakan Indonesia, AS Hingga China

Pasalnya China merupakan pelanggan minyak terpenting Iran dan memelihara hubungan persahabatan dengan Republik Islam tersebut.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar
SELAT HORMUZ - Peta Selat Hormuz. Amerika Serikat menyerukan China agar mencegah Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital 20 persen pasokan minyak dunia. Ketegangan meningkat usai serangan udara AS ke Iran. 

Perlu diketahui harga minyak melonjak lebih dari 2 % setelah serangan AS terhadap Iran. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan.

Menurut Goldman Sachs dan firma konsultan Rapidan Energy, harga minyak dapat melonjak di atas US$100 per barel jika selat tersebut ditutup untuk waktu yang lama.

 Analis JPMorgan menilai risiko Iran menutup Hormuz rendah karena AS akan menganggap tindakan tersebut sebagai deklarasi perang.

"Menutup selat akan menjadi bunuh diri ekonomi bagi Iran karena ekspor minyak Iran," tambah Rubio.

"Itu juga akan jauh lebih merugikan ekonomi negara lain daripada ekonomi kita," tambahnya.

"Menurut saya, itu akan menjadi eskalasi besar-besaran yang akan membutuhkan respons, tidak hanya dari kita, tetapi juga dari negara lain."

Iran adalah produsen minyak terbesar ketiga di OPEC, yang menghasilkan 3,3 juta barel per hari. Iran mengekspor 1,84 juta barel per hari bulan lalu.

Menurut Kpler, sebagian besar minyak Iran dijual ke China. Sekitar setengah dari impor minyak mentah China melalui perairan berasal dari Teluk Persia.

"Itu akan menjadi luka yang ditimbulkan sendiri: menutup Selat itu akan menghentikan aliran ekspor minyak mentahnya ke China, menghentikan aliran pendapatan utama," kata Matt Smith, analis minyak utama di Kpler.

Baca juga: Kapal Induk USS Nimitz Milik AS Matikan Sinyal Lintasi Aceh Ke Timur Tengah, Bakal Serang Iran?

Ini Dampak yang Dirasakan Indonesia

Anggota Komisi XI DPR Bertu Merlas mengatakan, pemerintah perlu mengantisipasi melonjaknya harga minyak dunia akibat serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran.

Salah satu yang akan dirasakan pemerintah Indonesia adalah membengkaknya anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Apalagi Iran bersiap menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan maritim, khususnya bagi negara-negara Timur Tengah penghasil minyak dan gas.

"Teluk ini merupakan jalur utama raja-raja minyak dan gas dunia seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Irak dan Kuwait dalam perdagangan minyak. Jika ini ditutup pasti akan memicu gejolak ekonomi luar biasa," ujar Bertu lewat keterangan tertulisnya, Senin (23/6/2025).

Ia menjelaskan, saat ini harga minyak dunia sudah menembus 80 dollar AS per barelnya. Sedangkan pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar 26,7 triliun untuk subsidi BBM.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved