Konflik Iran vs Israel

Tetangga Indonesia Dukung AS Serang Iran: Dunia Telah Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan dukungan tegas terhadap langkah Amerika Serikat yang menyerang Iran.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Tangkap layar X
ILUSTRASI AS SERANG IRAN - Tiga fasilitas nuklir utama Iran, Fordow, Natanz dan Isfahan, mengalami serangan udara yang diklaim telah diluncurkan oleh Amerika Serikat. 

“Serangkaian penuh BOM dijatuhkan di lokasi utama, Fordow. Semua pesawat dalam perjalanan pulang dengan selamat. Selamat kepada Prajurit Amerika kita yang hebat,”

“Tidak ada militer lain di dunia yang dapat melakukan ini. SEKARANG WAKTUNYA UNTUK PERDAMAIAN! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini.”

Dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi pada hari Minggu, Trump juga mengatakan "serangan tersebut merupakan keberhasilan militer yang spektakuler".

Pasca serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran tersebut, dikabarkan tidak ada korban jiwa. Sejumlah negara pun serukan deeskalasi.

Konflik memuncak setelah Israel melancarkan serangan mendadak terhadap puluhan target nuklir dan militer Iran pada 13 Juni 2025.

Israel menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk membongkar program nuklir Iran, yang menurut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, akan segera mampu menghasilkan bom nuklir.

Iran, di sisi lain, bersikeras bahwa ambisi nuklirnya sepenuhnya bersifat damai untuk ilmu pengetahuan.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan ratusan roket dan drone ke wilayah Israel.

Sejak saat itu, kedua negara terus saling menyerang dalam perang udara yang telah berlangsung lebih dari seminggu.

Presiden AS Donald Trump sejak lama menentang kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.

Pada bulan Maret lalu, Direktur Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard, menyatakan bahwa meskipun Iran telah meningkatkan stok uraniumnya ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, negara tersebut belum membangun senjata nuklir.

Saat Israel melancarkan serangan mendadak, AS dan Iran sedang berada dalam tahap perundingan nuklir.

Sebelum serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran, Trump sempat menyatakan bahwa Iran memiliki waktu dua minggu untuk melakukan negosiasi substansial, namun ternyata waktu itu jauh lebih singkat.

Beberapa waktu kemudian, AS melakukan serangan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025).

Hal itu, diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump melalui cuitan di media sosialnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved