Sabtu, 9 Mei 2026

Kupi Beungoh

Menggugat Arah Ekonomi Laut Aceh Masa Depan

Diperlukan valuasi ekonomi sektor kelautan yang komprehensif serta kebijakan pemerintah daerah yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Guru Besar Bidang Geologi Kelautan Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Muhammad Irham, S.Si, M.Si. 

*) Oleh: Prof. Dr. Ir. Muhammad Irham, S.Si, M.Si.

ACEH merupakan provinsi dengan kekayaan laut yang luar biasa, ditandai oleh garis pantai sepanjang lebih dari 2.600 km dan posisi strategis di pertemuan Samudera Hindia dan Selat Malaka.

Dalam 10 tahun terakhir, potensi sektor kelautan semakin menjadi perhatian seiring upaya diversifikasi ekonomi Aceh yang sebelumnya bergantung pada sektor pertanian dan bantuan dana otonomi khusus.

Oleh karena itu, diperlukan valuasi ekonomi sektor kelautan yang komprehensif serta kebijakan pemerintah daerah yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Potensi Ekonomi Perairan Aceh

Sektor perikanan tangkap merupakan pilar utama ekonomi laut Aceh.

Produksi perikanan tangkap meningkat signifikan dalam dekade terakhir, dari sekitar 209 ribu ton pada 2019 menjadi lebih dari 283 ribu ton pada 2021. 

Komoditas utama seperti tuna, cakalang, dan tongkol mendominasi hasil tangkapan, khususnya dari Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 571 dan 572.

Berdasarkan data BPS dan DKP Aceh, kontribusi sektor perikanan tangkap terhadap PDRB Aceh berkisar antara 5–6 persen selama periode 2019–2022.

Namun, potensi ini belum dioptimalkan sepenuhnya. Banyak hasil tangkapan diekspor melalui pelabuhan Medan karena keterbatasan fasilitas pengolahan dan ekspor di Aceh.

Oleh karena itu, pembangunan pelabuhan perikanan ekspor dan industri pengolahan hasil laut menjadi prioritas strategis.

Walaupun pemerintah Aceh telah mulai membuka peluang investasi asing untuk membangun infrastruktur tersebut, yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan menyerap tenaga kerja local, namun kenyataannya sampai hari ini belum ada tanda tanda investor bergerak di bidang ini.

Jika dilihat dari tren pertumbuhan, perikanan budidaya menjadi sektor yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Produksi meningkat rata-rata 22,3 % per tahun selama 2019–2023, dengan komoditas utama seperti udang vaname, bandeng, dan lele. 

Tahun 2023, sektor ini mencatat produksi udang vaname sebesar 53.113 ton.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved