Konflik Israel vs Iran

Israel Tekor, Pihak Netanyahu Keluar Uang Rp 11 Triliun Per Hari Dalam Perang Lawan Iran

Sementara pada laju saat ini, konflik Iran menghabiskan biaya Israel sekitar 725 juta dolar AS atau Rp 11 triliun per hari.

Editor: Nurul Hayati
Tangkap Layar Ynet/Photo: Reuters/Moshe Mizrahi
DAMPAK RUDAL IRAN - Tangkap layar dari YNet, Selasa (17/6/2025) menunjukkan pemandangan kerusakan di pemukiman di Tel Aviv, Israel akibat rudal Iran. Iran dilaporkan akan meluncurkan serangan besar ke Israel dalam beberapa jam mendatang. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah melancarkan serangan udara langsung ke pusat intelijen utama Israel di Tel Aviv Selasa. 

Sementara pada laju saat ini, konflik Iran menghabiskan biaya Israel sekitar 725 juta dolar AS atau Rp 11 triliun per hari.

SERAMBINEWS.COM - Biaya operasional militer Israel dilaporkan membengkak, buntut konflik Iran dan Israel yang berlangsung selama 12 hari.

Israel diketahui mengeluarkan sekitar 1,45 miliar dolar AS atau setara Rp 23 triliun dalam 48 jam pertama operasi militernya baru-baru ini terhadap Iran.

Sementara pada laju saat ini, konflik Iran menghabiskan biaya Israel sekitar 725 juta dolar AS atau Rp 11 triliun per hari.

Adapun biaya yang dikeluarkan mencakup dana serangan awal Israel terhadap Iran serta biaya untuk menutupi jam terbang dan amunisi, yang menurut Aminach menelan biaya sekitar 593 juta dolar AS.

 Tak hanya itu, setiap malam,Israel menghabiskan sedikitnya 285 juta dolar AS hanya untuk sistem pertahanan rudal seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow demi menghadapi gelombang rudal balistik dari Iran.

Hal itu diungkap Brigadir Jenderal (purn.) Re’em Aminach, kepala Departemen Anggaran Kementerian Pertahanan dan divisi ekonomi IDF.

“Tindakan ofensif saja, termasuk serangan udara awal, jam terbang, dan amunisi, menghabiskan biaya sekitar 593 juta dolar AS . Sementara tindakan defensif, termasuk intersepsi rudal dan pengerahan cepat pasukan cadangan, menghabiskan biaya sisanya," tutur Aminach.

“Ini hanyalah biaya langsung. Biaya tidak langsung termasuk dampak pada produk domestik bruto tidak dapat diukur pada tahap ini.” imbuhnya.

SERANGAN RUDAL- Serangan rudal Iran memborbardi Israel, kali ini sasarannya adalah Israel Selatan. Pukul 10.05 WIB dilaporkan bahwa serangan rudal menghantam Beersheba, Israel Selatan. Menyebabkan kebakaran beberapa unit kendaraan yang terparkir  di luar gedung, gumpalan asap hitam tebal di lokasi serangan rudal Iran di Israel.
SERANGAN RUDAL- Serangan rudal Iran memborbardi Israel, kali ini sasarannya adalah Israel Selatan. Pukul 10.05 WIB dilaporkan bahwa serangan rudal menghantam Beersheba, Israel Selatan. Menyebabkan kebakaran beberapa unit kendaraan yang terparkir di luar gedung, gumpalan asap hitam tebal di lokasi serangan rudal Iran di Israel. (Tangkapan layar X/@Mdais)

Baca juga: Blak-blakan, Israel Incar Pemimpin Tertinggi Iran Dalam 12 Hari Perang, Khameini Sembunyi di Bunker

Buntut lonjakan biaya perang Israel dengan Iran yang berkecamuk, anggaran militer Israel dilaporkan membengkak drastis.

Sebelum perang pecah, anggaran militer Israel berada di kisaran 60 miliar shekel sekitar 16 miliar dolar AS.

Namun, sejak konflik melawan Iran dimulai, angka ini melonjak menjadi sekitar 118 miliar shekel atau mencapai 31 miliar dolar AS.

Artinya, anggaran pertahanan nyaris dua kali lipat hanya dalam waktu kurang dari satu tahun.

Ini menjadi salah satu defisit terbesar dalam sejarah keuangan modern Israel dan memaksa pemerintah mempertimbangkan pemotongan anggaran sosial, serta peningkatan utang negara.

Angka itu naik sebesar 21,5 miliar shekel atau 5,6 miliar dolar AS.

Dengan meningkatnya pengeluaran militer, terganggunya aktivitas ekonomi domestik, dan memburuknya sentimen investasi, Israel kini menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks di tengah ketegangan geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Baca juga: Donald Trump Serukan Iran Menyerah Tanpa Syarat, Khameini: Presiden AS Terlalu Banyak Cakap

 Pemerintah Israel secara resmi menyatakan bahwa serangan rudal militer Iran selama 12 hari telah memukul perekonomian negara.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Otoritas Pajak Israel, kerugian akibat gempuran rudal Iran mencapai 3 miliar dolar AS atau sekitar 10 miliar shekel.

Ini disebut sebagai salah satu beban ekonomi terbesar yang pernah dialami negara itu dalam sejarah modern, sebagaimana dikutip dari Financial Express.

Pemerintah Israel mengungkap bahwa total kerugian miliar dolar itu mencakup biaya perbaikan bangunan yang rusak, kompensasi bagi bisnis lokal yang terdampak serta biaya evakuasi lebih dari 9.000 warga yang rumahnya rusak.

Namun, angka tersebut belum termasuk biaya penggantian senjata dan sistem pertahanan yang digunakan selama operasi militer berlangsung.

“Kerusakan paling parah dalam sejarah Israel, baik dari sisi jumlah properti sipil yang terdampak maupun beban anggaran negara yang harus ditanggung untuk pemulihan infrastruktur, fasilitas publik, dan kompensasi warga sipil,” kata Direktur Jenderal Otoritas Pajak.

Meski sistem pertahanan udara Israel seperti Iron Dome dan David’s Sling berhasil mencegat sebagian besar serangan, sejumlah infrastruktur vital tetap terkena dampaknya.

Menurut data militer Israel, skala serangan Iran jauh melebihi intensitas serangan sebelumnya dari kelompok non-negara seperti Hamas atau Hizbullah.

Ini adalah kali pertama Iran meluncurkan serangan langsung dari wilayahnya ke Israel dalam volume sebesar ini, dengan presisi tinggi yang menargetkan infrastruktur vital.

Imbasnya ratusan bangunan rusak parah, termasuk rumah sakit, sekolah, dan fasilitas pemerintahan.

Lebih dari 9.000 warga Israel dilaporkan kehilangan tempat tinggal, dan ribuan lainnya mengalami trauma serta luka-luka.

Bahkan, Bandara internasional Tel Aviv sempat ditutup selama 72 jam, menyebabkan gangguan besar pada transportasi dan logistik nasional.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Israel Boncos, Serangan Iran Bikin Anggaran Netanyahu Jebol, Terburuk sepanjang Sejarah, 

Baca juga: Selat Hormuz Tetap Berisiko Selagi Gencatan Senjata, Kapal Dagang Internasional Palsukan Identitas

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved