Berita Pidie

Kopiah Riman Suvenir Menarik Warisan Indatu di Pidie, Perajin Ungkap Asal Usul Namanya

Kupiah riman dibuat secara telaten oleh emak-emak hingga sebagian gadis di pedalaman Kabupaten Pidie 

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/ M NAZAR    
KOPIAH RIMAN - Perajin kopiah riman di Gampong Dayah Adan, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Rabu (25/6/2025), menjelaskan cara membuat kopiah riman kepada Kepala Disperdagkop-UKM Pide, Cut Afrianidar, di gampong tersebut. 

Laporan Muhammad I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Kabupaten Pidie kaya budaya peninggalan leluhur. 

Salah satu hasil karya yang mengagumkan adalah kopiah riman, yang kini menjadi suvenir menarik. 

Kupiah riman dibuat secara telaten oleh emak-emak hingga sebagian gadis di pedalaman Kabupaten Pidie 

Bahan baku digunakan untuk menyulam kopiah riman dari serat pohon aren. 

Dari berbagai referensi ditemukan, bahwa pembuatan kopiah rimah pernah dilakukan pada masa Kerajaan Aceh, Sultan Iskandar Muda.

Namun, pada tahun 1985 pembuatan kopiah riman sebagai kopiah khas Aceh, dihidupkan kembali. 

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Selamatkan Warga Aceh Korban TPPO di Kamboja, Korban Tergiur Gaji Fantastis

Awalnya kopiah riman itu dibuat hanya untuk kebutuhan pribadi. Seiring perjalanan waktu, ternyata minat masyarakat mulai tertarik dengan motif kopiah riman

Oleh karena itu, perajin pun membuat kopiah riman dalam jumlah banyak, untuk dijual hingga dipasarkan ke seluruh Aceh. 

Tahun 2014, kopiah riman telah tercatat sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda atau WBTB Indonesia, yang diusulkan Balai Pelestarian Nilai Budaya atau BPNB Aceh. 

Saat Serambinews.com, Rabu (25/6/2025), menyambangi emak-emak sebagai perajin kopiah riman di Gampong Dayah Adan, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, yang menyambut dengan senyum sumringah. 

Emak-emak mempersilakan rombongan, yang turut ikut Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah atau Disperdagkop-UKM Pide, Cut Afrianidar MH. 

"Kopiah riman dibuat kembali pada tahun 1986, yang mulai berinovasi," kata Mariani (53) warga Gampong Dayah Adan, kepada Serambinews.com, Rabu (25/6/2025).

Baca juga: Keganasan Laut Lhoknga Kembali Telan Korban, 2 Bocah Hilang Terseret Arus saat Mandi Bersama Ortu

Kata Mariani, perajin pernah mendapatkan bantuan modal usaha dari Negara Brunei Darussalam. 

Negeri Petro Dollar julukan Brunei Darussalam mengetahui adanya pembuatan kopiah riman, lantaran kopiah riman telah lama dibuat secara turun temurun. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved