Kamis, 23 April 2026

Kupi Beungoh

Sebuah Pandangan Akademik: Disiplin dalam Pendidikan

Namun, banyak sekolah, kepala sekolah, dan bahkan pengawas pendidikan masih terlalu terpaku pada kehadiran fisik sebagai tanda utama kedisiplinan.

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr. Aishah, M.Pd 

Dana BOS yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas Pendidikan melalui pengadaan bahan ajar, pengembangan kompetensi guru dan peningkatan fasilitas belajar siswa, malah digunakan untuk membayar biaya aplikasi atau website absensi.

Padahal, aplikasi tersebut hanya berfungsi untuk mencatat kehadiharan guru, tanpa memberikan kontribusi langsung terhadap pembelajaran siswa atau pengembangan kualitas pengajaran, bahkan justru sebagai alat pemotongan tunjangan dan alat intimidasi untuk guru. 

Dana BOS adalah anggaran vital yang dirancang untuk membantu sekolah dalam mencapai tujuan Pendidikan yang lebih substansial, seperti meningkatkan kualitas materi ajar, menyediakan fasilitas yang lebih baik, dan memberikan bantuan langsung kepada siswa dalam bentuk pembelajaran yang lebih efektif. 

Menggunakan dana tersebut untuk membiayai teknologi absensi yang tidak terkait langsung dengan proses pembelajaran adalah sebuah kesalahan besar dalam manajemen anggaran Pendidikan.

Tidak hanya itu, biaya untuk maintain aplikasi atau website absensi tersebut juga diambil dari dana BOS.

Setiap tahun, sekolah terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaharui system, membayar biaya langganan atau memperbaharui perangkat keras dan perangkat lunak.

Ini adalah pengeluaran yang tidak efisien dan tidak memberikan dampak langsung pada kualitas pengajaran atau hasil belajar siswa.

Ini merupakan kekeliruan prioritas dalam pengelolaan dana Pendidikan. Karena pengeluaran untuk teknologi absensi yang berulang ini menegaskan kesalahan prioritas dalam pengelolaan dana Pendidikan.

Dana yang seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung keberagaman metode pembelajaran, mendorong inovasi dalam Pendidikan, dan mengembangkan kompetensi guru kini terbuang sia-sia pada aplikasi yang hanya mencatat angka kehadiran.

Di era digital saat ini, sekolah memang membutuhkan teknologi untuk mendukung pembelajaran.

Namun, teknologi yang digunakan harus benar-benar memberikan dampak yang signifikan terhadap pembelajaran siswa.

Misalnya, platform pembelajaran daring, aplikasi untuk mengelola tugas dan ujian online, atau software untuk analisis hasil belajar siswa.

Teknologi ini jauh lebih bermanfaat dan relevan dengan tujuan Pendidikan.

Sangat disayangkan, bahwa dengan dana yang terbatas, pengelolaan anggaran Pendidikan tidak fokus pada hal-hal substantif yang mendukung kemajuan akademis siswa, seperti peningkatan keterampilan berfikir kritis, peningkatan kreativitas, dan pengembangan kompetensi sosial siswa.

Alih-alih, anggaran digunakan untuk sesuatu yang lebih administrative, yang mungkin terlihat praktis, namun kurang berkontribusi pada kualitas pengajaran itu sendiri.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved