Selasa, 28 April 2026

Kupi Beungoh

Sebuah Pandangan Akademik: Disiplin dalam Pendidikan

Namun, banyak sekolah, kepala sekolah, dan bahkan pengawas pendidikan masih terlalu terpaku pada kehadiran fisik sebagai tanda utama kedisiplinan.

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr. Aishah, M.Pd 

Disiplin dalam Pendidikan sejatinya bukan hanya masalah kehadiran atau absensi, tetapi lebih kepada komitmen dan tanggung jawab terhadap proses belajar-mengajar.

Disiplin yang sesungguhnya dalam dunia Pendidikan melibatkan pengelolaan waktu, ketekunan dalam menyelesaikan tugas dan kemampuan untuk tetap fokus pada tujuan pembelajaran. 

Siswa yang disiplin adalah mereka yang hadir di kelas dengan niat untuk belajar, mengelola waktu mereka dengan baik dan berusaha menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Sementara itu, guru yang disiplin adalah mereka yang tidak hanya hadir di kelas, tetapi juga memiliki rencana pengajaran yang jelas, komitmen terhadap kualitas Pendidikan, dan kemauan untuk terus memperbaharui metode pengajaran mereka.

Jika kita ingin menciptakan generasi yang disiplin dalam belajar, maka seharusnya fokus Pendidikan kita tidak hanya terbatas pada kehadiran fisik.

Yang lebih penting adalah bagaimana kita menciptakan lingkungan belajar yang menyeluruh yang memungkinkan siswa dan guru berkembang sesuai dengan potensi dan tantangan zaman.

Kehadiran (absensi) memang memiliki pengaruh besar terhadap budaya kerja dan iklim organisasi.

Tingkat kehadiran yang baik mencerminkan kedisiplinan, komitmen, dan tanggung jawab anggota organisasi, baik di lingkungan sekolah maupun tempat kerja.

Budaya kerja yang positif, yang didukung oleh nilai-nilai seperti kerja sama, saling menghormati, dan dukungan social, akan mendorong kehadiran pegawai yang lebih baik dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

Dapat disimpulkan bahwa Pendidikan harus mengedepankan disiplin dalam konteks yang lebih luas, yang mencakup komitmen terhadap kualitas pembelajaran, keterlibatan aktif siswa dan pengembangan kemampuan berfikir kritis.

Menggunakan dana BOS untuk teknologi absensi yang hanya mencatat kehadiran adalah sebuah pengalihan prioritas yang merugikan Pendidikan itu sendiri.

Pendidikan yang baik harus lebih berfokus pada pengembangan kompetensi siswa, meningkatkan kualitas pengajaran, dan menyediakan fasilitas yang mendukung proses belajar yang efektif, bukan hanya mengutamakan angka kehadiran yang dangkal.

Pengelolaan dana yang lebih bijak dan fokus pada kualitas pembelajaran dapat menciptakan system pendidikan yang lebih berkelanjutan, efisiensi, dan yang terpenting, berorientasi pada pengembangan siswa sebagai individu yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan. 

Selain itu, iklim organisasi dan gaya kepemimpinan juga sangat menentukan, kepemimpinan yang inspiratif, mendukung dan memperhatikan kebutuhan individu akan meningkatkan enggagement anggota, sehingga mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk hadir serta berkontribusi secara optimal.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa iklim kerja sekolah yang baik atau organisasi didukung oleh kinerja mengajar guru yang efektif, secara signifikan meningkatkan mutu belajar siswa dan kualitas lingkungan belajar, begitu juga di lingkungan tempat kerja.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved