Konflik Israel Vs Palestina

Iran Disebut Pasang Ranjau di Teluk Persia, Sinyal Tutup Pelayaran Tersibuk di Dunia Selat Hormuz?

Teluk Persia yang terletak di Iran, berseberangan dengan Teluk Oman, menjadi jalur terdekat bagi Iran jika negara itu hendak memblokade Selat Hormuz

Editor: Nurul Hayati
Tangkapan layar
SELAT HORMUZ - Peta Selat Hormuz. Amerika Serikat menyerukan China agar mencegah Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital 20 persen pasokan minyak dunia. Ketegangan meningkat usai serangan udara AS ke Iran. 

Militer Iran dikabarkan memuat ranjau laut ke kapal-kapal di Teluk Persia pada bulan lalu. Teluk Persia yang terletak di Iran, berseberangan dengan Teluk Oman, menjadi jalur terdekat bagi Iran jika negara itu hendak memblokade Selat Hormuz yang berada di antara kedua teluk.

SERAMBINEWS.COM - Pemuatan ranjau — yang belum dikerahkan di Selat Hormuz — menunjukkan Iran mungkin serius ingin menutup salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia tersebut.

Jika Iran memblokade selat tersebut, maka akan sangat menghambat perdagangan global dan meningkatkan konflik di kawasan tersebut.

Sekitar seperlima dari pengiriman minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz dan penutupan jalur tersebut  dapat meningkatkan harga energi dunia.

 Harga minyak acuan global malah turun lebih dari 10 persen sejak AS menyerang fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni lalu, sebagian didorong oleh kelegaan karena konflik tersebut tidak memicu gangguan signifikan dalam perdagangan minyak.

Sejumlah media internasional termasuk Reuters tidak dapat memastikan secara pasti kapan Iran memuat ranjau ke Teluk Persia, selama perang 12 hari antara Israel-Iran.

Selain itu, tidak jelas apakah ranjau laut tersebut telah dibongkar.

 Militer Iran dikabarkan memuat ranjau laut ke kapal-kapal di Teluk Persia pada bulan lalu.

Teluk Persia yang terletak di Iran, berseberangan dengan Teluk Oman, menjadi jalur terdekat bagi Iran jika negara itu hendak memblokade Selat Hormuz yang berada di antara kedua teluk.

Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS), khawatir bahwa Iran bermaksud memblokade Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama ekspor minyak dunia, menurut laporan dua pejabat AS.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi pada hari Senin bahwa kelompok penyerang AS yang dipimpin oleh kapal induk USS Dwight D. Eisenhower melewati Selat Hormuz menuju perairan Teluk.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi pada hari Senin bahwa kelompok penyerang AS yang dipimpin oleh kapal induk USS Dwight D. Eisenhower melewati Selat Hormuz menuju perairan Teluk. (SERAMBINEWS.COM/US CENTCOM)

Baca juga: AS Rugi Bandar, Bakar Uang Rp 19 Triliun Buat Rudal THAAD Demi Lindungi Israel dari Serangan Iran

 Pejabat tersebut mengatakan tindakan Iran menyusul serangan Israel di berbagai lokasi di Iran selama perang 12 hari yang dimulai pada 13 Juni lalu.

"Persiapan yang sebelumnya tidak dilaporkan, yang terdeteksi oleh intelijen AS, terjadi beberapa waktu setelah Israel melancarkan serangan rudal awalnya terhadap Iran pada tanggal 13 Juni," kata para pejabat, yang meminta identitasnya dirahasiakan untuk membahas masalah intelijen yang sensitif.

Sumber-sumber pejabat AS tidak mengungkapkan bagaimana AS memastikan ranjau telah dipasang di kapal-kapal Iran, tetapi intelijen semacam itu biasanya dikumpulkan melalui citra satelit, sumber-sumber manusia rahasia, atau kombinasi kedua metode tersebut.

Ketika dimintai komentar tentang persiapan Iran, seorang pejabat Gedung Putih tidak menyinggung apakah ada rencana Iran untuk memblokir Selat Hormuz.

"Berkat pelaksanaan Operasi Midnight Hammer yang gemilang oleh Presiden, kampanye yang berhasil melawan Houthi, dan kampanye tekanan maksimum, Selat Hormuz tetap terbuka, kebebasan navigasi telah dipulihkan, dan Iran telah dilemahkan secara signifikan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved