Sosok Rayyan, Bocah Menari di Ujung Sampan Pacu Jalur yang Viral, Jogetnya Diparodikan Seluruh Dunia

Inilah sosok bocah asyik berjoget di ujung sampan yang melaju cepat kini tengah viral di media sosial. 

Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com/Idon Tanjung, tangkapan layar video viral
BOCAH PACU JALUR- Sosok Rayyan Arkan Dikha, bocah penari tradisi Pacu Jalur yang viral karena tren "aura farming" di TikTok. 

Menariknya, di ujung jalur terdapat seorang anak kecil yang melakukan gerakan menari.

Anak tersebut mengenakan pakaian adat dan tanjak Melayu Riau, berdiri lincah di atas perahu yang melaju kencang.

 Menurut Mahviyen Trikon Putra, seorang tokoh Pacu Jalur Kuansing, anak yang menari tersebut dikenal dengan sebutan "Togak Luan".

Mahviyen, yang dulunya juga merupakan anak Togak Luan saat kecil, menjelaskan bahwa di atas jalur yang berpacu ada dua anak kecil: satu di depan (Togak Luan) dan satu di belakang yang disebut Tukang Onjai, bertugas menggoyangkan jalur.

"Yang menari di haluan jalur itu memang hanya anak kecil, berusia sekitar 8 sampai 13 tahun. Dia bertugas memberikan semangat bagi anak pacu dalam mendayung jalurnya," jelas Mahviyen kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (3/7/2025).

Mahviyen menambahkan, anak yang berada di belakang jalur bertugas mengarahkan jalur ke kiri dan kanan.

Dahulu, posisi ini diisi orang dewasa, namun kini digantikan oleh anak-anak untuk mengurangi beban jalur.

"Tarian yang dilakukan anak kecil di ujung jalur sebagai tanda bahwa jalurnya dalam posisi unggul," ungkapnya.

Tarian tersebut dilakukan secara spontan dan menjadi daya tarik tersendiri, dengan gerakan yang tidak ditentukan, hanya mengikuti naluri sambil menjaga keseimbangan.

Ketika jalurnya kalah, anak tersebut biasanya akan duduk. "Karena jika tetap berdiri dan menari, itu menyampaikan informasi yang salah," tambahnya, diiringi tawa.

 Mahviyen juga menjelaskan bahwa terkadang anak Togak Luan melompat ke sungai saat jalur sedang berpacu untuk mengurangi beban.

"Dia loncat ke sungai untuk mengurangi beban," kata Mahviyen, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kuansing.

Syarat Menjadi Anak Togak Luan

Syarat untuk menjadi anak Togak Luan antara lain harus pandai berenang, menjaga keseimbangan, dan memiliki mental yang kuat.

 "Kalau tidak kuat mental, bisa jatuh ke sungai karena banyak yang menonton," tuturnya.

Pacu Jalur Kuansing kini telah dikenal hingga ke luar negeri berkat gerakan tari anak Togak Luan yang ditiru banyak orang.

Mahviyen mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini.

"Kami sangat berbangga sekali Pacu Jalur Kuansing bisa menembus belahan dunia. Inilah impian kami, Pacu Jalur mendunia," ujarnya.

Ia berharap semakin viralnya Pacu Jalur ini akan menarik lebih banyak pengunjung dari dalam dan luar negeri untuk menyaksikan langsung.

 Mahviyen juga menginginkan diadakannya Pacu Jalur kelas internasional di Kuansing.

 "Semoga suatu hari nanti diadakan Pacu Jalur antar negara di Kuansing," harapnya. Acara Pacu Jalur Kuansing selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 25 Agustus 2025, yang telah ditetapkan dalam kalender iven pariwisata nasional.

Baca juga: Harga Emas 6 Juli 2025 di Abdya: Emas Murni Rp 5,7 Juta, Daya Beli Stabil

Baca juga: Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin Jadi Tersangka Korupsi untuk Ketiga Kalinya, Berikut Kasusnya

Baca juga: Info Cuaca, Setelah Kemarau, Hujan Mulai Guyur Aceh Singkil Disertai Angin 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved