Salam
Kerja Sama dengan Turkiye jangan Hanya Sebatas Pencitraan
“Alhamdulillah, pertemuan ini membawa hasil yang sangat positif dan membanggakan," kata Anggota Tim Khusus Mualem, Fauzan Kamil Lc MA.
BERBAGAI gebrakan terus dilakukan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem. Terbaru, salah satunya adalah kesepakatan kerja sama dengan Pemerintah Turkiye.
Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan Tim Khusus Mualem untuk Relasi Internasional dan Business, dengan Duta Besar Turkiye, Prof Dr Talip Küçükcan, di Jakarta, Senin (7/7/2025).
Sebagaimana diberitakan Serambi, Selasa (8/7/2025), ada sejumlah kesepakatan strategis yang dicapai dalam pertemuan itu, yang berfokus pada kerja sama bidang pendidikan, kebudayaan dan perdagangan, serta menghidupkan kembali ikatan sejarah Aceh dan Kesultanan Utsmaniyah.
“Alhamdulillah, pertemuan ini membawa hasil yang sangat positif dan membanggakan," kata Anggota Tim Khusus Mualem, Fauzan Kamil Lc MA.
"Gubernur Aceh, Mualem berkomitmen memperkuat hubungan Aceh-Turkiye bukan hanya soal sejarah, tetapi juga tentang masa depan yang lebih baik bagi rakyat Aceh,” tambah Ketua DPD HKTI Aceh ini.
Poin-poin kerja sama yang disepakati yaitu pendirian Turkiye Education and Cultural Center di Aceh, Pelatihan gratis dokter dan perawat Aceh di Turkiye, kerja sama pendidikan dan beasiswa bersama. Selanjutnya kerja sama pembukaan Aceh Trade Center di Istambul, dan pelatihan wirausaha muda Aceh di Turkiye.
Kita tahu bersama bahwa Aceh memang memiliki hubungan historis dengan Turkiye yang ketika itu berada di bawah Kekhalifahan Turki Utsmani atau dikenal juga sebagai Kekhalifahan Ottoman. Berkat dukungan Turkiye pula, Kesultanan Aceh pernah mencapai puncak kejayaannya sebagai salah satu kerajaan Islam terkuat di Asia Tenggara.
Turki tidak hanya memberikan bantuan militer, tetapi juga teknologi dan diplomatik, untuk membantu Aceh meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi ancaman Portugis dan Belanda, serta memperkuat perdagangan dan pengaruhnya di kawasan Asia Tenggara.
Hubungan ini juga membuka jalur strategis bagi Aceh dalam memperoleh senjata api dan meriam canggih, yang krusial dalam pertahanan dan ekspansi wilayahnya.
Tetapi sekali lagi, seperti keinginan Mualem, ini bukan cerita tentang masa lalu, tetapi cerita tentang Aceh masa depan. Tidak perlu lagi bermimpi muluk-muluk ingin mengembalikan kejayaan masa lalu Aceh. Itu kaset lama.
Menjadikan Aceh ke depan lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera, itu sudah lebih dari cukup. Karena itu pula, kerja sama itu harus dikongkretkan dalam bentuk aksi nyata berupa realisasi kerja sama, bukan hanya sebatas pencitraan atau seremonial semata.(*)
POJOK
Massa minta kembalikan aset Aceh.
Ingat kata Mualem: Itu hak kita, cuma kita slow aja.
100 sekolah rakyat segera dioperasikan.
Ya, semoga tanpa pungutan seperti sekolah di Banda Aceh.
BPSDM Aceh beri pelatihan kepemimpinan 37 pejabat.
Tapi bukan tentang mempertahankan jabatan kan? hehehe.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mualem-kirim-Tim-Khusus-Bertemu-Dubes-Turkiye.jpg)