Kupi Beungoh
Refleksi Kemerdekaan dalam Menikmati Kemerdekaan
Bagi seorang Muslim, kemerdekaan bukanlah semata-mata terbebas dari kekuasaan bangsa asing.
Sebab, kemerdekaan yang tidak diiringi syukur dan tanggung jawab akan memudar, bahkan bisa hilang, sebagaimana banyak bangsa dalam sejarah yang runtuh karena kelalaiannya sendiri.
Saudaraku, kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah warisan darah dan air mata. Ia bukan hadiah, melainkan amanah.
Setiap tetes darah syuhada yang tumpah di medan juang adalah janji yang harus kita tepati: bahwa kemerdekaan ini akan dijaga, dihormati, dan diisi dengan kebaikan.
Namun, lihatlah diri kita sekarang. Apakah kita masih memeluk erat amanah itu, ataukah ia mulai tergelincir dari genggaman?
Apakah kebebasan ini kita gunakan untuk membangun peradaban yang berlandaskan iman, atau justru kita jadikan panggung untuk menari di atas kemaksiatan?
Kita memang tidak lagi memanggul senjata di hutan, tidak lagi berhadapan dengan moncong senapan penjajah, tetapi peperangan kita hari ini jauh lebih berat: perang melawan hawa nafsu, perang melawan kemalasan, perang melawan penjajahan moral dan budaya yang menggerogoti dari dalam.
Ingatlah, saudaraku…
Negeri ini bisa jatuh, bukan karena serangan dari luar, tetapi karena kerusakan dari dalam.
Dan kerusakan itu bermula ketika kita lupa bersyukur, lalai beribadah, dan menganggap kemerdekaan sebagai kebebasan tanpa batas.
Maka marilah kita genggam erat kemerdekaan ini dengan iman dan takwa.
Mari kita hiasi kemerdekaan dengan shalat yang khusyuk, dengan sedekah yang tulus, dengan kerja keras yang ikhlas, dengan persatuan yang kokoh.
Karena hanya dengan itu kita akan benar-benar merdeka—merdeka di dunia, dan merdeka di akhirat dari siksa neraka.
Dan ketika kelak kita berdiri di hadapan Allah, kita bisa berkata dengan bangga:
"Ya Allah, kemerdekaan yang Engkau titipkan kepada kami, telah kami jaga sebaik-baiknya. Dan hari ini, kami kembalikan kepada-Mu dalam keadaan bersih dan penuh keberkahan." (*)
*) PENULIS adalah Dosen STAI Tapak tuan dan Ma'had Aly Darussalam labuhan haji Barat Aceh Selatan.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DI SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tgk-Muchsin-MA.jpg)