4 HP Ditemukan KPK di Plafon Rumah Dinas Immanuel Ebenezer, Sengaja Disembunyikan?
Budi mengatakan, penyidik menemukan empat unit handphone tersebut di plafon rumah dinas Noel.
Salah satu adalah Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Immanuel Ebenezer.
"KPK menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan 11 orang sebagai tersangka, yakni IBM, kemudian GAH, SB, AK, IEG (Immanuel Ebenezer Gerungan), FRZ, HS, SKP, SUP, TEM, dan MM,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto di Gedung KPK, Jumat (22/8/2025).
Setyo mengatakan, Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 Kemenaker tahun 2022-2025 menerima aliran uang Rp 69 miliar terkait kasus pemerasan pengurusan sertifikat K3.
Uang tersebut diterima Irvian Bobby Mahendro selama kurun waktu 2019-2024 melalui perantara.
Setyo mengatakan, uang tersebut digunakan untuk down payment (DP) rumah, belanja, dan hiburan.
Sementara itu, Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel juga menerima aliran uang tersebut.
“Sejumlah uang tersebut mengalir kepada pihak penyelenggara negara yaitu Saudara IEG (Immanuel Ebenezer Gerungan) sebesar Rp 3 miliar pada Desember 2024,” kata Setyo.
Akibat perbuatannya, Noel dan 10 tersangka lainnya dipersangkakan Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Baca juga: Wamenaker Diberhentikan, Immanuel Ebenezer Mohon Amnesti, Bagaimana Respons Prabowo?
Modus Pemerasan Sertifikasi K3
Dalam kasus ini, Miki Mahfud yang merupakan pihak swasta dari PT KEM Indonesia, ditetapkan sebagai satu dari 11 tersangka.
Kasus pemerasan sertifikasi K3 juga menyeret nama besar, termasuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel, yang kini telah dicopot dari jabatannya.
Para tersangka diduga menaikkan tarif sertifikasi K3 dari tarif resmi Rp 275.000 menjadi hingga Rp 6 juta per pekerja.
Dari praktik pungutan liar ini, KPK memperkirakan total uang haram yang terkumpul mencapai Rp 81 miliar.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa tim penyidik menyita sejumlah barang bukti dalam OTT yang menjerat Immanuel Ebenezer dan pihak lainnya.
“Tim mengamankan barang bukti yang diduga terkait ataupun yang merupakan hasil dari tindak pidana ini, uang tunai sejumlah sekitar Rp 170 juta dan USD 2.201,” ujar Setyo.
| KPK Ungkap Penunjukan Langsung Masih Mendominasi Pengadaan Proyek di Aceh 2026 |
|
|---|
| Bupati Pidie Sarjani Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi, KPK: Jangan Beri Hibah untuk Lembaga Vertikal |
|
|---|
| Dua Rumah Hangus Terbakar di Pulo Kiton Bireuen, Sumber Api dari Dapur |
|
|---|
| KPK Soroti Masih Besarnya Alokasi Dana Hibah Aceh untuk Instansi Vertikal |
|
|---|
| Pemkab Aceh Utara Sudah Usulkan 63.238 Rumah Untuk Penyintas Banjir Dalam Tiga Tahap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wamenaker-Immanuel-Ebenezer-alias-Noel-bersama-tahanan-lainnya-mengenakan-rompi-orange.jpg)