Jurnalisme Warga
Kenduri di Makam Putroe Sani, Dari Kejayaan Sultan Iskandar Muda ke Sunyi Makam Permaisuri
banyak anak muda di Reubee tak lagi tahu bahwa kampungnya pernah menjadi daerah berstatus istimewa pada masa lalu.
Namun, kebanyakan dari politisi dan pejabat Aceh, tidak peduli dalam merawat situs terkait Sultan Iskandar Muda.
Bahkan, banyak dari mereka tidak tahu letak lokasi makam Iskandar Muda, apalagi keberadaan permaisurinya yang bernama Puteri Sendi Ratna Setia.
Istri pertama atau permaisuri dari Sultan Iskandar Muda Perkasa Alam (1607-1636 M) adalah putri dari Teungku Chik di Reubee atau Syeikh Daeng Mansur, Pidie.
Nama Sang Permaisuri tersebut adalah Puteri Sendi Ratna Setia atau sering disebut Putroe Sani.
Makam Putroe Sani terdapat di Gampong Reuntoh, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie.
Nama Desa Reuntoh memiliki histori terkait eksistensi istana Sang Permaisuri di sana.
Drs H Nurdin AR MSi, sejarawan dan mantan Kepala Museum Aceh, menyebutkan nama Gampong Reuntoh ini berkaitan erat dengan keberadaan rumah Sang Permaisuri yang perlahan dan seiring waktu mengalami keausan, kerusakan hingga keruntuhan (reuntoh).
Di Desa Reuntoh terdapat hamparan lahan yang luas dan di dalamnya terdapat makam Putroe Sani.
Baca juga: Dacumesta: Warisan Empat Gampong di Reubee Pidie, Ini Harapan Generasi Muda
Jejak Permaisuri yang Terlupakan
Kondisi makam Sang Permaisuri saat ini nyaris tidak terurus, walau terdapat papan nama “Situs Budaya” di salah satu sisinya.
Badan batu nisan dari batu alam tampak sudah patah dan disemen secara manual.
Kebesaran nama Sultan Iskandar Muda, Teungku Chiek di Reubee dan Permaisuri Puteri Sendi Ratna Setia bukanlah cerita dongeng.
Kebesaran nama Iskandar Muda hingga kini tercatat dengan tinta emas di dalam sejarah dunia Melayu.
Jejaknya terpahat di Negeri Melaka, Pahang, Penang, Johor hingga Negeri Kedah.
Sejatinya makam Putroe Sani layak dijadikan sebagai objek kajian sejarah dan wisata dunia Melayu.
Pegiat kesultanan Islam Melayu di Asia Tenggara diperkirakan akan berkunjung ke makam ini, jika Pemerintah Daerah mampu memoles, mengelola dan melakukan publikasi dengan sistematis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Hasan-Basri-dan-Jafar-Insya-Reubee.jpg)