Sabtu, 2 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Kenduri di Makam Putroe Sani, Dari Kejayaan Sultan Iskandar Muda ke Sunyi Makam Permaisuri

banyak anak muda di Reubee tak lagi tahu bahwa kampungnya pernah menjadi daerah berstatus istimewa pada masa lalu.

Tayang:
Editor: Zaenal
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Hasan Basri M Nur (kiri), alumnus Universiti Utara Malaysia (UUM) Negeri Kedah Darul Aman, dan Jafar Insya Reubee (kanan), perantau asal Pidie di Negeri Selangor Darul Ehsan Malaysia. 

Namun, kebanyakan dari politisi dan pejabat Aceh, tidak peduli dalam merawat situs terkait Sultan Iskandar Muda

Bahkan, banyak dari mereka tidak tahu letak lokasi makam Iskandar Muda, apalagi keberadaan permaisurinya yang bernama Puteri Sendi Ratna Setia.

Istri pertama atau permaisuri dari Sultan Iskandar Muda Perkasa Alam (1607-1636 M) adalah putri dari Teungku Chik di Reubee atau Syeikh Daeng Mansur, Pidie.

Nama Sang Permaisuri tersebut adalah Puteri Sendi Ratna Setia atau sering disebut Putroe Sani.

Makam Putroe Sani terdapat di Gampong Reuntoh, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie

Nama Desa Reuntoh memiliki histori terkait eksistensi istana Sang Permaisuri di sana.

Drs H Nurdin AR MSi, sejarawan dan mantan Kepala Museum Aceh, menyebutkan nama Gampong Reuntoh ini berkaitan erat dengan keberadaan rumah Sang Permaisuri yang perlahan dan seiring waktu mengalami keausan, kerusakan hingga keruntuhan (reuntoh).

Di Desa Reuntoh terdapat hamparan lahan yang luas dan di dalamnya terdapat makam Putroe Sani.

Baca juga: Dacumesta: Warisan Empat Gampong di Reubee Pidie, Ini Harapan Generasi Muda

Jejak Permaisuri yang Terlupakan

Kondisi makam Sang Permaisuri saat ini nyaris tidak terurus, walau terdapat papan nama “Situs Budaya” di salah satu sisinya. 

Badan batu nisan dari batu alam tampak sudah patah dan disemen secara manual.

Kebesaran nama Sultan Iskandar Muda, Teungku Chiek di Reubee dan Permaisuri Puteri Sendi Ratna Setia bukanlah cerita dongeng.

Kebesaran nama Iskandar Muda hingga kini tercatat dengan tinta emas di dalam sejarah dunia Melayu. 

Jejaknya terpahat di Negeri Melaka, Pahang, Penang, Johor hingga Negeri Kedah.

Sejatinya makam Putroe Sani layak dijadikan sebagai objek kajian sejarah dan wisata dunia Melayu.

Pegiat kesultanan Islam Melayu di Asia Tenggara diperkirakan akan berkunjung ke makam ini, jika Pemerintah Daerah mampu memoles, mengelola dan melakukan publikasi dengan sistematis.

Sejarah yang Menunggu Kepedulian

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved