Jurnalisme Warga
Kenduri di Makam Putroe Sani, Dari Kejayaan Sultan Iskandar Muda ke Sunyi Makam Permaisuri
banyak anak muda di Reubee tak lagi tahu bahwa kampungnya pernah menjadi daerah berstatus istimewa pada masa lalu.
Kenduri di makam Putroe Sani yang diinisiasi kembali oleh Ramadhan Bin Haji Ibrahimatau Rama menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh masih memiliki cara sendiri untuk merawat sejarah.
Di tengah kelalaian banyak pihak, Rama menunjukkan bahwa tradisi bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan.
Rama berharap Pemerintah Daerah agar peduli pada kebesaran Aceh masa lampu dengan cara rekonstruksi bekas istana, rehabilitasi makam dan menetapkan Desa Reuntoh sebagai destinasi wisata Dunia Melayu di Aceh.
Apakah harapan Rama ini akan disambut positif dengan aksi nyata oleh Bupati Pidie dan Gubernur Aceh beserta jajarannya? Semoga!
Sigli, 02 April 2026
PENULIS, Jafar Insya Reubee adalah perantau asal Pidie di Negeri Selangor Darul Ehsan Malaysia, sementara Hasan Basri M Nur adalah alumnus Universiti Utara Malaysia (UUM) Negeri Kedah Darul Aman. Keduanya berasal dari Negeri Pedir Darul Amni, Aceh Darussalam, email: hasanbasrimnur@gmail.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Hasan-Basri-dan-Jafar-Insya-Reubee.jpg)