Sabtu, 9 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Kenduri di Makam Putroe Sani, Dari Kejayaan Sultan Iskandar Muda ke Sunyi Makam Permaisuri

banyak anak muda di Reubee tak lagi tahu bahwa kampungnya pernah menjadi daerah berstatus istimewa pada masa lalu.

Tayang:
Editor: Zaenal
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Hasan Basri M Nur (kiri), alumnus Universiti Utara Malaysia (UUM) Negeri Kedah Darul Aman, dan Jafar Insya Reubee (kanan), perantau asal Pidie di Negeri Selangor Darul Ehsan Malaysia. 

Kenduri di makam Putroe Sani yang diinisiasi kembali oleh Ramadhan Bin Haji Ibrahimatau Rama menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh masih memiliki cara sendiri untuk merawat sejarah. 

Di tengah kelalaian banyak pihak, Rama menunjukkan bahwa tradisi bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan.

Rama berharap Pemerintah Daerah agar peduli pada kebesaran Aceh masa lampu dengan cara rekonstruksi bekas istana, rehabilitasi makam dan menetapkan Desa Reuntoh sebagai destinasi wisata Dunia Melayu di Aceh.

Apakah harapan Rama ini akan disambut positif dengan aksi nyata oleh Bupati Pidie dan Gubernur Aceh beserta jajarannya? Semoga!

Sigli, 02 April 2026

PENULIS, Jafar Insya Reubee adalah perantau asal Pidie di Negeri Selangor Darul Ehsan Malaysia, sementara Hasan Basri M Nur adalah alumnus Universiti Utara Malaysia (UUM) Negeri Kedah Darul Aman. Keduanya berasal dari Negeri Pedir Darul Amni, Aceh Darussalam, email: hasanbasrimnur@gmail.com)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved