Senin, 27 April 2026

Citizen Reporter

Rahasia di Balik Kemajuan dan Keteraturan Singapura

Pelatihan berlangsung 6–10 April. Pesertanya dari kawasan Asia, Timur Tengah, Eropa Timur, Afrika, hingga Kepulauan Pasifik.

|
Editor: mufti
for serambinews/IST
INDA AVRINI, S.E., M.Si., M.P.A., Widyaiswara Ahli Madya BPSDM Aceh, melaporkan dari Singapura 

Kunjungan ke State Courts memperlihatkan bagaimana sistem hukum bekerja secara efisien dan transparan. Data perkara ditampilkan secara digital, memungkinkan akses publik terhadap proses yang sedang berjalan. Namun, di Family Justice Court dan Syariah Court, sebagian informasi dibatasi karena menyangkut kasus-kasus sensitif, terutama yang

melibatkan keluarga dan anak. Ini mencerminkan pendekatan yang lebih humanis.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat kami menyaksikan jalannya sidang. Hakim masuk tanpa atribut berlebihan, duduk dengan perangkat komputer, mencatat langsung proses persidangan, lalu memberikan putusan secara digital, tanpa palu hakim.

Prosesnya efisien, cepat, dan sangat sistematis. Pengadilan Singapura juga dikenal dengan

integritas yang sangat baik.

Pegawai negeri di Singapura juga didorong untuk memahami tiga hal: understand the world,

understand our people, and understand technology. Tiga prinsip ini menekankan kompetensi terhadap persaingan global, mampu memahami kebutuhan masyarakat sehingga kebijakan

yang dibuat relevan terhadap kebutuhan masyarakat dan pemanfaatan teknologi untuk

layanan yang lebih efisien. Sistem pengembangan kompetensi aparatur, pemetaan SDM, hingga mekanisme penghargaan dirancang secara fair, terstruktur, dan berkelanjutan.

PNS Singapura juga sangat familier dengan istilah “gumption” yaitu untuk selalu

gesit dan mempunyai inisiatif dalam bertindak.

Sektor pertahanan, kesehatan, dan pendidikan menjadi prioritas utama dalam penganggaran. Singapore Armed Forces dikenal memiliki kesiapan tinggi dengan dukungan teknologi modern dan latihan intensif. Sistem wajib militer juga diterapkan bagi warga negara laki-laki dan ‘permanent resident’ sejak usia 18 tahun, dan siap menjadi pasukan

cadangan apabila diperlukan sampai sekitar usia 40 tahun.

Wajah kota masa depan

Transformasi digital Singapura terlihat melalui GovTech (Government Technology Agency of Singapore), lembaga yang mengembangkan layanan digital negara dalam kerangka Smart Nation. Salah satu inovasinya adalah Singpass, identitas digital yang menghubungkan warga

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved