Senin, 4 Mei 2026

Citizen Reporter

Rahasia di Balik Kemajuan dan Keteraturan Singapura

Pelatihan berlangsung 6–10 April. Pesertanya dari kawasan Asia, Timur Tengah, Eropa Timur, Afrika, hingga Kepulauan Pasifik.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: mufti
for serambinews/IST
INDA AVRINI, S.E., M.Si., M.P.A., Widyaiswara Ahli Madya BPSDM Aceh, melaporkan dari Singapura 

dengan layanan kesehatan, perbankan, perpajakan, hingga transportasi.

Kunjungan ke One Punggol—pengembangan Kota Cerdas—memperlihatkan konsep ‘one-

stop community hub’, di mana berbagai layanan publik digabung dalam satu ruang:

kesehatan, perpustakaan, olahraga, hingga layanan sosial. Konsep ini tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga partisipasi publik.

Detail inklusivitas juga terlihat, dari fasilitas ramah kursi roda hingga desain digital yang mempertimbangkan lansia.

Kohesi sosial

Untuk menjaga kohesi sosial, pemerintah menggeser pendekatan dari ‘safety net’ menjadi trampoline, bantuan sosial yang tidak hanya melindungi, tetapi juga mendorong kemandirian dan memberdayakan masyarakat. Kebijakan perumahan, subsidi keluarga, dan insentif bagi keluarga yang tinggal berdekatan dengan orang tua menjadi bagian dari upaya

memperkuat dukungan sosial.

Namun, tantangan tetap ada: populasi yang menua, tingkat kelahiran yang sangat rendah,

dan keterbatasan lahan serta biaya hidup yang tinggi. Hanya sebagian kecil penduduk yang dapat tinggal di rumah berhalaman, sebuah kemewahan yang dimiliki minoritas. Sebagian besar lainnya hidup di hunian vertikal berupa apartemen. Kebijakan tata ruang di Singapura juga sangat ketat. Hampir separuh wilayah negara ini berada dalam pengelolaan pemerintah, dengan pendekatan ‘city in nature’ atau ‘garden city’, yang menekankan keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.

Program sosial pelatihan

Sebagai bagian dari program sosial, kami juga mengunjungi Gardens by the Bay. Selain

menjadi agenda rekreasi, kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung ikon ruang hijau modern Singapura. Di dalamnya terdapat berbagai atraksi seperti area Jurassic Park mini Flower Dome yang menampilkan tanaman dari berbagai belahan dunia, hingga Garden Rhapsody, pertunjukan cahaya dan musik di bawah Supertree yang ikonik.

Kesan terhadap Singapura sebagai negara dengan pembangunan berbasis teknologi memang sulit untuk disembunyikan. Bahkan, seorang rekan peserta dari Maroko, yang telah beberapa kali ke Dubai dan Qatar, turut mengungkapkan kekagumannya. Ia menyebut Singapura sebagai “an amazing place ever”.

Refleksi di balik keteraturan

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved