Salam

Tindak Tegas Pengoplos Elpiji

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan, karena elpiji oplosan dinilai berisiko dan bahkan dapat mengancam nyawa penggunanya.

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEALINE SERAMBI BISNIS EDISI SENIN 20251222 

HARIAN Serambi Indonesia edisi Senin (22/12/2025) memberitakan, dalam beberapa hari terakhir, elpiji oplosan mulai ditemukan beredar di kawasan Banda Aceh dan sekitarnya. Kondisi ini membuat warga khawatir akan mendapatkan elpiji oplosan yang dijual di pasaran. Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan, karena elpiji oplosan dinilai berisiko dan bahkan dapat mengancam nyawa penggunanya.

Informasi beredarnya elpiji oplosan dibenarkan Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin saat dikonfirmasi Serambi, Minggu (21/12/2025). Pria yang akrab disapa Toke Awi ini  mengaku, elpiji oplosan sudah mulai ditemukan beredar di kawasan Banda Aceh. Elpiji tersebut umumnya berasal dari tabung elpiji 3 kg yang kemudian disuling dan dipindahkan ke tabung ukuran 12 kg, karena harga jualnya lebih mahal.

Menurut Toke Awi, salah satu cara paling mudah untuk membedakan elpiji oplosan adalah dengan memperhatikan segel pada bagian tutup tabung. Segel pada elpiji oplosan biasanya rusak dan tidak memiliki hologram. Sedangkan, tabung elpiji resmi dari Pertamina dilengkapi hologram dan barcode yang dapat dipindai untuk memverifikasi keasliannya melalui aplikasi MyPertamina.

Ia menegaskan, peredaran elpiji oplosan sangat merugikan masyarakat. Selain tidak memenuhi aspek keselamatan, elpiji oplosan juga berpotensi mengancam nyawa. Takarannya pun tak sesuai ukuran tabung, karena biasanya berada di bawah standar. Dari pengurangan takaran inilah pengoplos meraup keuntungan. Salah satu kerugian utama dari elpiji oplosan adalah rendahnya standar keamanan. Tabung yang dioplos lebih rentan mengalami kebocoran. Jika terjadi kebocoran dan ada sumber api di sekitarnya, kondisi ini dapat memicu ledakan atau kebakaran. 

Beredarnya elpiji oplosan di Banda Aceh dan sekitarnya tentu harus menjadi perhatian serius semua pihak terkait. Sebab, tindakan ini bukan hanya melanggar hukum, tapi juga sangat merugikan masyarakat. Adanya praktik pengoplosan juga bisa menyebabkan elpiji bersubsidi menjadi langka di pasaran. Hal tersebut membuat rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro sebagai sasaran utama dari program ini harus menebus dengan harga mahal agar bisa mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

Dampak lain dari elpiji oplosan, antara lain, membahayakan keselamatan masyarakat karena proses isi ulang gas tak sesuai standar sehingga rawan terjadi kebocoran, kebakaran, dan dan ledakan. Karena itu, Pertamina bersama aparat penegak hukum  dan pihak berwenang lainnya harus segera mengusut tuntas praktik pengoplosan elpiji tersebut serta memberikan tindakan hukum yang tegas kepada siapa pun yang terlibat. Bukan tak mungkin, praktik yang sama juga terjadi di daerah lain. Hanya saja, tindakan pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi itu belum terungkap ke publik. Apalagi, setelah banjir bandang menerjang Aceh pada akhir November lalu hingga saat ini, hampir semua kabupaten/kota di Aceh masih mengalami kelangkaan gas 3 kg.

Selain itu, pengawasan distribusi elpiji bersubsidi harus diperkuat agar penyalurannya tepat sasaran. Hal tak kalah penting yang harus dilakukan oleh Pertamina adalah memperbanyak distributor dan agen pengecer elpiji 3 kg, serta dibatasi jatahnya. Dengan begitu, penyebaran gas bersubsidi akan lebih merata dan dapat memperkecil peluang terjadinya pengoplosan karena pelaku kesulitan untuk mendapatkan gas 3 kg dalam jumlah banyak untuk bisa dioplos. 

Dengan kolabrasi semua pihak, kita harapkan tak ada lagi elpiji oplosan yang beredar di masyarakat. Partisipasi masyarakat sendiri dengan mau melapor ke pihak berwajib jika ada indikasi praktik ilegal tersebut juga ikut jadi penentu untuk memastikan hal ini terlaksana sesuai harapan kita semua. Semoga! (*)

POJOK

Elpiji oplosan beredar di pasaran

Pelakunya pasti orang yang cari kesempatan dalam kesempitan kan?

Kredit nganggur di perbankan capai Rp2.500 triliun

Kalau yang macet kira-kira berapa ya? 

Giliran Aceh Selatan kibarkan bendera putih

Sepertinya sedang tren ya?

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved