Salam
Mencari Rezeki jangan Melanggar Aturan
Hal itu guna menjaga ketertiban dan kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa
HARIAN Serambi Indonesia edisi Senin (23/2/2026) memberitakan, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Banda Aceh mulai melakukan tindakan persuasif dengan menegur sejumlah pedagang takjil (penganan berbuka puasa) yang kedapatan berjualan sebelum waktu yang ditentukan. Hal ini untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan yang sudah ditetapkan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Pengawasan yang dilakukan personel Satpol PP dan WH ini untuk memastikan aturan dalam seruan bersama Forkopimda Banda Aceh berjalan maksimal dan ditaati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Muhammad Rizal SSTP MSi, mengatakan, pihaknya memastikan akan melakukan pengawasan rutin secara intensif, termasuk menyasar pedagang kue basah di sejumlah titik sepanjang bulan Ramadhan. “Hal itu guna menjaga ketertiban dan kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa,” ucap Rizal dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).
Sebelumnya, petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh menegur sejumlah penjual takjil di sepanjang Jalan Syiah Kuala pada Jumat (20/2/2026) lalu. Pihaknya menemukan beberapa pedagang sudah mulai berjualan sejak pukul 15.00 WIB. Tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan seruan bersama. Dalam seruan tersebut ditegaskan bahwa aktivitas berjualan takjil baru diperbolehkan mulai pukul 16.30 WIB.
Rizal melalui Kasi Operasional Penegakan Syariat Islam, Amri Asmadi SAg, meminta kepada seluruh pedagang takjil di Banda Aceh untuk senantiasa berpedoman pada seruan Forkopimda. Amri juga menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas bila di kemudian hari ditemukan pedagang yang masih membandel atau tidak mengindahkan seruan bersama tersebut.
Bulan Ramadhan memang selalu membawa berkah bagi semua pihak, termasuk pedagang musiman yang menjual takjil dan berbagai barang lainnya. Hampir di setiap sudut kota--baik di Banda Aceh maupun daerah-daerah lain di Aceh--muncul pedagang yang menjajakan aneka makanan dan minuman berbuka puasa selama bulan suci ini. Kondisi tersebut membuat ekonomi pedagang musiman meningkat sekaligus membantu masyarakat untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa dengan mudah.
Namun, upaya mencari rezeki tentu saja tak boleh mengabaikan aturan yang ada. Kita akui atau tidak, setiap tahun, masalah yang sama selalu muncul. Masalah itu, antara lain, ada pedagang takjil yang berjualan sebelum waktu yang dibolehkan atau pedagang yang berjualan di tempat-tempat terlarang. Jika dibiarkan, kondisi ini jelas membuat mereka melanggar aturan yang sudah ditetapkan pemerintah sekaligus menciptakan citra buruk terhadap ketertiban dan keindahan kota.
Aturan penataan pedagang takjil pada prinsipnya bukan untuk membatasi usaha ekonomi masyarakat, melainkan untuk melindungi semua pihak. Karena itu, pedagang takjil harus menyadari bahwa keberkahan rezeki bukan hanya diukur dari banyaknya omzet penjualan, tapi juga dari cara mendapatkan rezeki tersebut. Berjualan di tempat-tempat terlarang, termasuk melakukan aktivitas sebelum waktu yang ditentukan, atau mengganggu ketertiban umum, jelas bisa menghilangkan nilai keberkahan itu sendiri. Padahal, Ramadhan justru mengajarkan kita untuk disiplin, patuh, dan peduli terhadap sesama.
Selain itu, penegakan aturan juga harus dilakukan secara tegas, bijak, dan adil. Sehingga setiap kebijakan yang diambil tidak terkesan untuk mematikan usaha kecil. Sebaliknya, ketertiban kota dan keberlangsungan ekonomi rakyat seharusnya bisa berjalan secara beriringan. Akhirnya, kita berharap semua pihak dapat mematuhi aturan terutama di bulan yang suci ini. Dengan begitu, Ramadhan tidak hanya menjadi bulan yang ramai secara ekonomi, tapi juga menjadi momentum memperkuat budaya tertib dan saling menghormati. Hal ini jelas menjadi bagian indah dari syiar Ramadhan di kalangan masyarakat Aceh yang terkenal religius. (*)
POJOK
Satpol PP tindak pedagang takjil
Harusnya hal seperti ini tak perlu terjadi jika kita patuh aturan kan?
Kasat Narkoba Toraja diduga terima setoran dari bandar sabu
Tapi ini bukan bentuk kerja sama yang baik kan?
Harga emas diprediksi melambung
Kalau begini, ‘mas-mas’ di Aceh yang mau nikah makin susah ya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/PP-WH-Banda-Aceh-saat-menegur-salah-satu-penjual-takjil-yang-menggelar-dagangan.jpg)