Banjir Landa Aceh
PLN Bawa 30 Ton Peralatan Tower ke Aceh, Mendagri Tito Pastikan Listrik Segera Normal
PLN telah mendatangkan peralatan vital, dan Mendagri optimistis pemulihan total bisa dilakukan dalam waktu satu minggu.
Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa banjir dan longsor menyebabkan 12 tower SUTT roboh sehingga suplai listrik ke sejumlah wilayah Aceh terganggu.
Untuk mempercepat pemulihan, PLN mengerahkan sekitar 500 petugas gabungan dari berbagai unit PLN di seluruh Indonesia.
"Sejak hari pertama bencana, PLN sudah menetapkan status siaga penuh dan pagi ini kami melepas tim tanggap darurat ke lokasi-lokasi yang terdampak bencana. Kami juga turun langsung mengecek kesiapan personel dan material yang akan digunakan untuk membangun tower transmisi darurat," ujar Darmawan.
Ia menjelaskan, mobilisasi material dilakukan tanpa henti. Dengan dukungan Pemprov Aceh, TNI, Polri, dan BPBD Aceh, distribusi logistik, material tower, hingga bantuan kemanusiaan dilakukan melalui jalur darat maupun udara menggunakan helikopter dan pesawat Hercules TNI.
"Kami kerahkan material set tower dari Jawa dengan pesawat Hercules TNI. Kami juga datangkan para ahli dan tim gabungan. Semuanya bergerak, kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, tim rescue, TNI, dan Polri. Termasuk untuk pendistribusian genset, sembako, lampu darurat, dll.," ucapnya.
PLN membangun sistem operasi kelistrikan terpisah di wilayah Nagan Raya dan Arun untuk memulihkan beban listrik.
Langkah taktis tersebut diambil agar fasilitas layanan publik di daerah terdampak tetap mendapat pasokan energi listrik.
“Kami terus bekerja keras agar masyarakat yang terdampak dapat segera beraktivitas dan listrik kembali pulih. Ratusan petugas di lapangan all out 24 jam nonstop untuk menyelesaikan misi kemanusiaan ini,” kata Darmawan.
Baca juga: 3 Penyebab Utama Banjir Besar di Aceh Menurut Kementerian ESDM
PLN juga Sediakan Genset
Darmawan menegaskan bahwa PLN akan mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan kelistrikan di Aceh.
Selain membangun tower darurat, PLN juga menyiagakan genset di rumah sakit, bandara, puskesmas, dan kantor pemerintahan.
Lampu darurat turut disalurkan ke rumah ibadah serta lokasi pengungsian.
Saat ini PLN membangun island operation Nagan Raya dengan beban 100 MW dan island operation Arun 16 MW agar sebagian layanan publik tetap mendapat pasokan listrik.
PLN juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak melalui Gubernur Aceh.
“Kita upayakan yang terbaik. Semoga perjuangan ini dimudahkan, semua masyarakat dikuatkan, dan bencana ini bisa kita tangani dengan baik. Semuanya segera pulih kembali seperti sedia kala,” tutup Darmawan.
Baca juga: Menhan, Panglima TNI, dan Titiek Soeharto Tinjau Korban Bencana Pidie Jaya dan Salurkan Bantuan
Baca juga: BREAKING NEWS - Aceh Timur Lumpuh Total, Warga Terisolir, Krisis Makanan dan Putus Komunikasi
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
| Pasca Banjir, Abrasi Krueng Peusangan di Pante Baro Kumbang Semakin Meluas |
|
|---|
| Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Pedalaman Aceh Utara, Polres Lhokseumawe Tinjau Jembatan Bailey |
|
|---|
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/listrik-ijk.jpg)