Banjir Landa Aceh
Tim Medis RSUDZA Kerahkan 14 Dokter dan Perawat Menembus Daerah Bencana Banjir
Tim Medis RSUDZA bergerak cepat menembus banjir besar yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, salah satu dari 16 kabupaten/kota di Aceh
Berkat keteguhan pihak keluarga yang tetap yakin dengan lokasi yang dicurigai, penggalian manual dilakukan.
Sang adik kandung meyakini abangnya berada di bawah tanah yang tertutup lumpur, meski semula tidak dipercaya oleh orang lain.
Dengan tekad kuat, ia mulai menggali menggunakan cangkul, dan benar saja, jasad abangnya ditemukan di ke dalaman lumpur.
Selain itu, pada hari yang sama, seorang laki-laki berusia 72 tahun dari Meunasah Krueng meninggal dunia akibat tenggelam.
Peristiwa tragis ini terjadi karena kepanikan setelah beredar berita hoaks tentang air laut yang naik.
Ketakutan yang meluas membuat warga panik, dan korban akhirnya terjebak dalam situasi yang berujung pada kehilangan nyawa.
Peristiwa-peristiwa ini menjadi bukti betapa beratnya dampak bencana banjir besar di Aceh, bukan hanya dari sisi fisik dan material, tetapi juga dari sisi psikologis dan informasi yang menyesatkan.
Baca juga: 2 Jembatan Darurat Mulai Dibangun, Hubungkan Aceh-Sumut dan Bireuen-Takengon
Di tengah duka, masyarakat diingatkan untuk tetap tenang, waspada, dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.
Di tengah rasa kehilangan yang mendalam dan kondisi masyarakat yang masih terpukul.
Keberadaan Tim Medis RSUDZA di lapangan yang didampingi langsung oleh Direktur RSUDZA, dr. Hanif menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi para penyintas.
Harapan Plt Direktur RSUDZA
Plt Direktur RSUDZA, dr. Hanif, menyampaikan tidak mudah melupakan bencana yang telah merenggut banyak jiwa dan harta benda.
Apa yang hilang hari ini semoga Allah gantikan dengan yang lebih baik.
Bencana ini bukan hanya teguran, tapi juga tanda kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Baca juga: Presiden Prabowo Janji Pulihkan Aceh
"Kehadiran RSUDZA di Pidie Jaya adalah bentuk kepedulian kami untuk meringankan beban masyarakat dan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan." ujarnya.
Di tengah rasa kehilangan yang mendalam, kehadiran Tim Medis RSUDZA menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi masyarakat Pidie Jaya.
Dengan dukungan lintas instansi dan kerja sama akademik, RSUDZA berkomitmen untuk terus mendampingi hingga pelayanan kesehatan kembali pulih.
Musibah ini memang sulit dilupakan, namun semangat kebersamaan dan kepedulian menjadi cahaya yang menuntun Aceh untuk bangkit lebih kuat.(*)
Baca juga: Seribuan Bayi Terancam Kelaparan di Aceh Tengah
Tim Medis RSUDZA
dokter
perawat
Daerah Bencana Banjir
Serambi Indonesia
multiangle
Banjir Landa Aceh
Pidie Jaya
| Mendagri Kirim 7 Alat Berat Untuk Pemulihan Aceh Tengah dari Bencana |
|
|---|
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
| Pasca Banjir, Abrasi Krueng Peusangan di Pante Baro Kumbang Semakin Meluas |
|
|---|
| Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Pedalaman Aceh Utara, Polres Lhokseumawe Tinjau Jembatan Bailey |
|
|---|
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tim-Medis-RSUDZA-sedang-menangani-pasien-di-wilayah-terdampak-bencana-banjir-di-Aceh.jpg)