Berita Banda Aceh
Ceramah di MRB, UAS Tekankan Takdir Allah dan Tanggung Jawab Manusia Jaga Lingkungan
UAS isi tausiah 21 tahun Tsunami Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, tekankan takdir dan tanggung jawab manusia, serahkan bantuan satu ton rendang.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Amirullah
Serahkan Bantuan Satu Ton Rendang
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ustadz Abdul Somad (UAS) menekankan pemahaman tentang takdir Allah serta tanggung jawab manusia terhadap kerusakan lingkungan dan musibah yang terjadi.
Hal itu dikatakan UAS saat mengisi tausiah dalam rangka memperingati 21 tahun peristiwa Tsunami Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat (26/12/2025).
Dalam ceramahnya, ia menyampaikan bahwa Allah SWT telah menetapkan takdir seluruh makhluk 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Menurutnya, tidak semua takdir berkaitan dengan dosa dan pahala, karena ada ketetapan Allah yang tidak dapat dipilih manusia, seperti tempat lahir, suku, dan asal daerah.
“Kita tidak bisa memilih dilahirkan sebagai orang Aceh atau Sumatera. Itu adalah ketetapan Allah, maka tidak boleh ada ejekan berdasarkan suku atau asal-usul,” kata UAS.
Ia juga menyinggung tsunami yang melanda Aceh sebagai bagian dari ketetapan Allah. UAS juga mengenang masa kecilnya di gampong, saat melihat gambar Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi simbol keteguhan Aceh. Sejak kecil, ia bercita-cita bisa berceramah di masjid tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi ceramah perdana saya di MRB. Cita-cita yang dulu hanya sebatas melihat gambar kini terwujud,” katanya.
Baca juga: Kerugian Banjir Aceh Timur Tembus Rp6,15 Triliun, Bupati Al-Farlaky Minta Akurasi Data
Dalam ceramah itu, ia menegaskan bahwa meskipun musibah adalah takdir Allah, kerusakan bumi yang terjadi di laut dan di darat merupakan akibat dari perbuatan manusia. Ia mengingatkan bahwa meskipun seseorang tidak langsung menebang pohon, keputusan dan kebijakan yang diambil dapat berkontribusi pada kerusakan lingkungan.
“Kerusakan lingkungan sudah masif dan dilakukan secara berjamaah,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk terus melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dan tidak berdiam diri terhadap perbuatan maksiat. Menurutnya, meninggalkan kewajiban tersebut dapat mendatangkan ganjaran dari Allah, termasuk doa yang tidak dikabulkan.
Ia menambahkan bahwa pemulihan pascabencana di Aceh membutuhkan waktu yang panjang. Masyarakat yang belum mampu membantu diharapkan tidak mengejek, sementara yang memiliki kemampuan diminta untuk turun langsung membantu.
“Ini adalah ujian. Saat senang kita punya banyak kawan, tetapi saat susah barulah terlihat siapa sahabat,” ujarnya.
Menurutnya, ridha menerima takdir Allah merupakan salah satu bentuk amalan. Bagi masyarakat Aceh, ketenangan dan pemulihan psikologis kerap ditemukan dalam kalimat tauhid, ‘La ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad rasulullah’.
Selain ceramah, disampaikan pula rencana penyaluran bantuan kemanusiaan untuk korban bencana. Bantuan tersebut meliputi satu ton rendang, 10 ton beras, pakaian layak pakai, serta Iqra dan Al-Qur’an.
Baca juga: 21 Tahun Tsunami Aceh - Bertahan di Ambang Maut: Terkubur 7 Hari hingga Naik Tong Sampah
Berita Banda Aceh
peringatan 21 tahun tsunami
Peringati 21 Tahun Tsunami Aceh
Refleksi 21 Tahun Tsunami Aceh 2004
Serambi Indonesia
| UIN Ar-Raniry dan Masyarakat Sipil Aceh Perkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Aksi Iklim |
|
|---|
| SMA Negeri Modal Bangsa Wakili Aceh di Ajang International Basketball Tournament by The Cage |
|
|---|
| Ustaz Kondang Hanan Attaki Ceramah di Masjid Oman, Kupas Haji sebagai Transformasi Diri |
|
|---|
| Ceramah Ustaz Hanan Attaki di Masjid Oman Banda Aceh, Ajak Jadikan Haji sebagai Transformasi Diri |
|
|---|
| BPMA, Sucofindo, dan Surveyor Kolaborasi Verifiasi TKDN pada Kegiatan Migas |
|
|---|