Rabu, 22 April 2026

Berita Banda Aceh

Warga Simeulue Tewas Diterkam Buaya, FJL Aceh Desak Pemerintah Bertindak Serius

Seorang warga Simeulue, Jusmitawati (36), tewas diterkam buaya saat mencari kerang di Sungai Luan Boya, memicu ketakutan masyarakat.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
BUAYA TERKAM WARGA - Buaya dengan ukuran lebih kurang 4 meter yang memangsa pencari kerang di Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Simeulue berhasil ditangkap warga, Senin (16/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Seorang warga Simeulue, Jusmitawati (36), tewas diterkam buaya saat mencari kerang di Sungai Luan Boya, memicu ketakutan masyarakat.
  • Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menilai tragedi ini sebagai bukti lemahnya penanganan konflik manusia-satwa dan mendesak pemerintah bertindak serius.
  • Pemerintah sementara hanya mengimbau warga menjauh dari sungai dan memasang papan peringatan, namun FJL menuntut solusi jangka panjang berbasis konservasi dan perlindungan masyarakat.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Simeulue

SERAMBINEWS.COM SINABANG – Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret dan terukur menyusul tewasnya seorang warga Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue, Aceh, akibat diterkam buaya saat mencari kerang di Sungai Luan Boya, Minggu (16/2/2026) kemarin.

Korban bernama Jusmitawati (36), dilaporkan hilang saat menyusuri sungai bersama dua rekannya. 

Upaya pencarian yang dilakukan warga berujung duka ketika korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Bahkan, saat ditemukan korban masih berada di rahang buaya yang muncul ke permukaan sungai. 

Video peristiwa tersebut kemudian beredar luas dan memicu ketakutan serta kemarahan masyarakat.

FJL Aceh menilai tragedi ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan alarm keras atas lemahnya penanganan konflik manusia dan satwa liar di Aceh.

Khususnya dengan buaya muara yang kian sering muncul di wilayah aktivitas warga.

Baca juga: Buaya Pemangsa Pencari Kerang di Simeulue Ditangkap, Potongan Tubuh Dievakuasi di Perut Predator Itu

Kepala Departemen Advokasi FJL Aceh, Hidayatullah menegaskan, bahwa pemerintah tidak boleh lagi bersikap reaktif dan menunggu korban berikutnya.

“Ini bukan kejadian pertama adanya korban manusia dari konflik satwa di Aceh,” ujarnya. 

“Artinya ada persoalan serius dalam tata kelola wilayah dan mitigasi konflik satwa,” tukas dia. 

“Kalau pemerintah hanya terus mengimbau warga menjauh dari sungai, lalu di mana solusi jangka panjangnya?” tegas Hidayatullah, Selasa (17/2/2026).

Menurut Dayat--panggilan akrab Kepala Departemen FJL Aceh--negara seolah melempar tanggung jawab kepada masyarakat.

Sementara akar persoalan seperti kerusakan habitat, perubahan ekosistem, serta absennya peta wilayah rawan konflik belum ditangani secara serius.

Baca juga: VIDEO Buaya Pemangsa Pencari Kerang di Simeulue Berhasil Ditangkap Warga

Reaksi Pemerintah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved