Berita Aceh Timur
Pundak Baja Junaidi dan Sisa Wangi Nilam Pante Kera
Dari kejayaannya yang melimpah, kini yang tersisa hanyalah tiga jeriken minyak nilam satu-satunya harta yang sempat ia selamatkan dari amukan air
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Muhammad Hadi
“Saya sangat ingin melihat pemerintah hadir untuk menata kembali tanah-tanah yang rusak, kami butuh kepastian, kami berharap petani ini tidak dibiarkan bertarung sendirian melawan semua ini,” tambahnya.
Namun, di balik sorot matanya yang lelah, terpancar harga diri yang keras seperti baja. Jika memang bantuan itu tak kunjung datang, Junaidi tidak akan menyerah pada nasib.
Ia bersumpah akan mencangkul kembali harapannya. Meski harus merayap dan menguras keringat, ia akan memperbaiki lahan itu.
“Jika memang tidak ada bantuan dan harapan, saya tetap akan membuka lagi kebun, perlahan-lahan saja, jika memang butuh waktu setahun untuk perbaikan aya ttap kerjakan,” seraya mengangguk kepala dengan tekad kuat.(*)
Liputan ini didukung Aliansi Jurnalis Independen
| Cabdisdik Aceh Timur Sukses Gelar O2SN, SMAN Unggul Raih Juara Umum |
|
|---|
| APSIFOR Aceh Ingatkan Bahaya Scam Digital, Kejahatan Siber Kini Menyerang Psikologi Korban |
|
|---|
| Genjot Produksi, Proyek Pengembangan Gas Blok A di Aceh Timur Dimulai |
|
|---|
| BKPRMI Aceh Timur Cetak 52 Mujahid Dakwah |
|
|---|
| Migrasi Konsumen Picu Antrean Biosolar di Jalur Lintas Timur Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petani-nilam-dan-nilam-yang-tersisa-pascabanjir.jpg)