Kupi Beungoh
Saree: Antara Deru Tol dan Harapan Karbon
Saree adalah detak jantung ekonomi bagi ratusan keluarga yang menggantungkan hidup dari riuhnya arus kendaraan nasional
Namun, transisi besar ini tidak akan terjadi dengan sendirinya. Dibutuhkan kehadiran pemerintah yang tidak hanya sekadar memberikan izin, tetapi juga melakukan pendampingan teknis.
Masyarakat perlu dibantu dalam menghitung baseline karbon, memetakan kawasan, hingga mengakses platform perdagangan karbon. Pemerintah Aceh melalui dinas-dinas terkait harus duduk satu meja untuk menyusun satu grand design yang padu.
Tidak boleh ada lagi ego sektoral yang menghambat, karena apa yang sedang kita pertaruhkan adalah masa depan ekonomi masyarakat di kaki Seulawah.
Kita harus menyadari jalan tol adalah keniscayaan kemajuan yang tidak bisa kita tolak, namun membiarkan Saree mati dalam kesunyian adalah sebuah kelalaian sejarah yang tidak akan termaafkan oleh generasi mendatang.
Saree memiliki semua modal untuk bangkit: alam yang indah, regulasi yang mendukung, dan masyarakat yang gigih. Kini tinggal bagaimana keberanian kebijakan itu diambil untuk menjahit semua potensi tersebut menjadi satu kekuatan ekonomi baru.
Saree harus tetap menjadi jantung bagi Aceh—bukan lagi karena ia berada di tengah jalur transportasi, melainkan karena ia adalah paru-paru hijau yang sukses memakmurkan rakyatnya melalui sinergi wisata dan karbon.
Saat itulah, Saree akan kembali riuh, bukan oleh klakson kendaraan yang sekadar lewat, melainkan oleh langkah kaki wisatawan dan apresiasi dunia atas hijaunya hutan kita.
| Dari Balik Kabut Gayo: Mengalirkan Berkah Kurban Terbanyak ke Jantung Lintas Iman |
|
|---|
| “Islam-Politik” di Era Modern: Historiografi Karantina Rubiah dan Kontekstualisasi Haji 2026 |
|
|---|
| Hari Raya Idul Adha Qurban: Bukti Cinta dan Pengorbanan terhadap Tuhan |
|
|---|
| Laut yang Indah, Kesadaran yang Masih Rendah |
|
|---|
| Ketika Negara “Beribadah” Pakai Pajak Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Ir-Azhar-MSc.jpg)