Kamis, 4 Juni 2026

Kupi Beungoh

Ketika Jepang ‘Mengingatkan’ TRK

Di sisi lain, para pengusaha Jepang yang berinvestasi di Indonesia justru menyampaikan keluhan pahit: banyak kesepakatan (MoU)

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
Maimun Panga adalah alumni Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah IAIN/UIN Ar-Raniry dan Juga Mahasiswa Aktif PPS Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Iskandar Muda. 

Sebagai bupati, TRK memegang kendali atas aparatur sipil negara di Nagan Raya. Ia harus membuktikan birokrasi yang bersih, cepat, dan efisien.

Pembebasan lahan skala besar sering menjadi ladang spekulasi dan rente. Jika rantai birokrasi lokal lamban dan sarat kepentingan, komitmen investasi sebesar apa pun akan layu sebelum berkembang.

Masyarakat Aceh tentu berharap janji penyerapan 80.000 tenaga kerja dapat terwujud untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Namun, daerah tak boleh lagi terbuai euforia angka seremonial.

Kritik pengusaha Jepang mengingatkan: investor tidak membutuhkan karpet merah, melainkan kepastian hukum, transparansi, birokrasi yang bersih, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat lokal.

Kini, bola sepenuhnya berada di tangan TRK. Akankah rencana Rp200 triliun ini tercatat sebagai tonggak kebangkitan ekonomi Nagan Raya, bahkan Aceh, atau justru menambah daftar panjang “MoU kosong” yang megah di atas kertas? Wallahua’lam.(*)

*) PENULIS adalah Mahasiswa PPS Magister Administrasi Publik (MAP) UNIDA Banda Aceh

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved