Jumat, 15 Mei 2026

Liputan Eksklusif Aceh

DBD Mendera Aceh Singkil, Jumlah Kasus Naik 3 Kali Lipat

Data Dinas Kesehatan Aceh Singkil, periode Januari sampai Agustus 2025 tercatat sudah ditemukan 108 kasus DBD. Naik tiga kali lipat dari tahun lalu.

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
FOGGING - Tim Dinas Kesehatan Aceh Singkil, melakukan Fogging di permukiman penduduk yang ditemukan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada tahun 2025. Langkah itu untuk mencegah sebaran virus dengue yang ditularkan gigitan nyamuk. 

Padahal persoalan sampah terutama kebersihan di lingkungan tempat tinggal merupakan tanggung jawab bersama.

Terkait hal itu, Dinas Lingkungan Hidup Aceh Singkil, berusaha melakukan edukasi kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran hidup bersih. 

Dengan menyasar kalangan pelajar agar memiliki kesadaran sejak usia dini bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. 

"Upaya yang dilakukan adalah sosialisasi dan kampanye tentang prilaku hidup bersih yang kita lakukan ke sekolah sekolah dari mulai SD, SMP dan SLTA sederajat," kata Surkani.

Masyarakat umum juga tidak luput dari sasaran kampanye. Terutama edukasi memilah sampah dari sumbernya. Seperti sampah rumah tangga, pertokoan, sekolah, kantor dan lain-lain. 

Untuk membudayakan jaga kebersihan lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil juga telah keluarkan surat edaran tentang Jumat bersih.

Upaya Penanggulangan

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Mursal SKM MMKes, Kamis (4/9/2025) menyatakan telah melakukan sejumlah langkah penanggulangan DBD

Antara lain melakukan fogging di tempat tinggal serta lingkungan sekitar pasien.

Fogging merupakan tindakan pengasapan dengan menggunakan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa, terutama yang menjadi vektor penyakit seperti DBD

"Fogging dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP)," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Mursal.

Berikutnya menurut Mursal, pihaknya telah instruksikan Puskesmas agar imbau warga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Langkah lain yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Aceh Singkil, melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) ke rumah pasien dan lingkungan sekitar pasien. 

Kemudian melakukan survei jentik nyamuk. Setelah jentik nyamuk ditemukan, maka melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

"Saat PE petugas melakukan promosi kepada masyarakat dan menjelaskan kepada keluarga pasien agar bisa melakukan pemantauan jentik di setiap tempat penampungan air seperti tong penyimpanan air, bak mandi dan lain-lain," jelas Mursal. 

Promosi yang dimaksud Mursal adalah promosi kesehatan, yakni proses yang dirancang untuk memberdayakan individu dan masyarakat agar dapat meningkatkan dan mempertahankan kesehatan. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved