Kamis, 4 Juni 2026

Berita Aceh Selatan

Debu Pekat Selimuti Kota Bahagia, Warga Minta Perhatian Pemkab Aceh Selatan

Selama berbulan-bulan, masyarakat Kota Bahagia, Aceh Selatan, hidup dalam kepungan debu pekat yang tidak hanya merusak kesehatan, tapi juga mengganggu

Tayang:
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
JALAN BERDEBU - Kondisi jalan berdebu di Kecamatan Kota Bahagia - Bakongan, Sabtu (20/9/2025). 

Ia mengatakan bahwa pelaksanaan pekerjaan itu pada tahun anggaran 2024 menggunakan sumber dana DBH sawit, yang memiliki beberapa persyaratan khusus agar dapat diinput kembali ke dalam DPA.

Selain itu, mengingat debu yang sangat banyak dan sangat mengganggu aktivitas warga maupun anak sekolah diperlukan langkah darurat dari Pemerintah seperti halnya penyiraman jalan.

Namun terkait hal itu, kata Saipul, sementara Dinas PUPR mohon maaf tidak bisa membantu masyarakat dalam hal itu.

"Ide bagus juga (penyiraman). Sementara ini Dinas PUPR mohon maaf tidak bisa membantu masyarakat dalam hal ini. Disebabkan di kita tidak tersedia mobil penyiram air," pungkasnya.

Mulai ganggu pernapasan

Sebelumnya Serambinews.com memberitakan warga di Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan mulai terserang gangguan pernapasan akibat debu jalan.

Jalan tersebut sebenarnya sudah dilakukan pengerasan, namun belum di aspal.

Hal itu praktis menyebabkan jalan sangat berdebu saat musim kemarau.

Ada beberapa titik perbaikan jalan yang dimulai dari Desa Ujung Padang, Kecamatan Bakongan sampai dengan Seunebok Keuranji, Kecamatan Kota Bahagia dengan panjang 1,9 kilometer (km).

Kepala Puskemas Buket Gadeng, Kecamatan Kota Bahagia, Nur Aflah saat dikonfirmasi Serambinews.com, Sabtu (22/6/2025), mengatakan, bahwa saat ini sudah ada warga yang terkena penyakit akibat debu tersebut.

Namun belum terjadi kelonjakan.

“Untuk kasus saat ini, banyak pasien sudah mulai menderita sakit mata dan gangguan saluran pernapasan, tapi masih bisa kita tanggulangi sebatas rawat jalan,” kata Aflah.

Lebih lanjut, ujar Aflah, kalau cuaca sangat ekstrem seperti hari ini, abunya terlalu banyak.

Oleh karena itu akan menyebabkan warga, khususnya anak-anak rentan demam, batuk, dan pilek.

“Kepada masyarakat, kami sudah menyarankan agar memakai masker dan sudah kami lakukan pembagian masker, tepatnya di hari Selasa kemarin,” ungkapnya.

Lebih lanjut, jelas Aflah, karena sekolah saat ini sudah libur, maka pihaknya tidak lagi tindak lanjut pembagian masker di sekolah.

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk tindak lanjut yang berkelanjutan dalam hal pembagian masker yang akan dilakukan setiap hari Selasa, bertepatan dengan hari pasar di Bukit Gadeng,” pungkasnya. (*)

 

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved