Kamis, 16 April 2026

Berita Banda Aceh

Ketua PAS Aceh Tu Bulqaini Siap Bantu Mualem Basmi Tambang Ilegal

tambang emas dan hasil alam lainnya adalah amanah besar yang seharusnya dikelola dengan benar untuk kemaslahatan rakyat.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
IST
BASMI TAMBANG ILEGAL - Ketua Umum Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh, Tu Bulqaini Tanjongan, menyatakan siap mendukung langkah Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dalam upaya memberantas aktivitas tambang ilegal di Aceh. FOTO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan Ketua Umum MPP PAS Aceh Tgk H Tu Bulqaini Tanjongan salam komando usai acara pengukuhan Tgk H Muhammad Ali atau lebih dikenal Abu Paya Pasi sebagai Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman pada Rabu sore, (13/8/2025). 

Dengan zakat, hasil tambang bukan hanya bermanfaat bagi pengelola, tetapi juga membawa berkah untuk fakir miskin, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat Aceh secara luas,” katanya.

Tu Bulqaini menambahkan, aktivitas tambang ilegal yang marak di berbagai kabupaten telah menyebabkan kerusakan lingkungan, mulai dari erosi, pencemaran sungai, hingga rusaknya ekosistem hutan. 

Karena itu, ia menilai penting adanya tindakan cepat agar kerusakan tidak semakin meluas. 

Namun, Tu Bulqaini juga memberi catatan agar penertiban tidak menzalimi penambang rakyat kecil. 

“Yang harus diberantas adalah jaringan besar dan mafia tambang ilegal. Sementara untuk rakyat kecil, perlu ada pembinaan dan solusi alternatif,” ujarnya.

Baca juga: Heboh Gubernur Sumut Razia Plat Kendaraan Aceh, Haji Uma: Jangan Rusak Hubungan Aceh-Medan

Dukungan Tu Bulqaini terhadap Muallem ini diharapkan memperkuat langkah pemerintah dalam menjaga kekayaan alam Aceh. 

Bagi Tu Bulqaini yang juga mantan Ketua Rabithah Thaliban Aceh (RTA) dan juga mantan Sekjend Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), tambang bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan juga tanggung jawab moral, adat, dan syariat. 

“Jika hasil alam Aceh dikelola dengan benar, disertai zakat, insya Allah ia akan menjadi berkah. 

Tetapi jika dibiarkan dikeruk ilegal, yang lahir hanyalah kerusakan, konflik, dan nestapa bagi rakyat,” pungkasnya.

Baca juga: Butuh Ratusan Miliar Pulihkan Eks Tambang Ilegal

Tu Bulqaini juga mengingatkan agar Aceh tidak mengulangi kesalahan masa lalu ketika perusahaan besar seperti PT Arun dan Exxon Mobil beroperasi di Aceh. 

Menurutnya, saat itu kekayaan alam hanya dinikmati pihak luar, sementara rakyat Aceh tidak mendapat manfaat yang seimbang.

"Bek sampe tanyoe Aceh tinggai buso lagee pengalaman PT Arun dan Exxon Mobil. Nyan busoe brok nyan pih wate ta neuk cok bacut perle peugot keu parang pih ka hanjeut tacok dan hanjeut ta peugot keu parang,” ujar Tu Bulqaini dalam bahasa Aceh.

Baca juga: Simulasi Gaji TNI dan Polri 2026, Intip Proyeksi Kenaikan Tiap Pangkat dari Tamtama hingga Jenderal

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved