Senin, 8 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Akses Utama Aceh Lumpuh Total, Jembatan Kutablang Putus Diterjang Banjir, Baru 7 Tahun Dibangun

Sebuah video amatir yang beredar luas di media sosial memperlihatkan bagian tengah jembatan tersebut terbelah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Nurul Hayati
TANGKAPAN LAYAR TIKTOK
JEMBATAN KUTABLANG BIREUEN - Tangkapan layar kondisi jembatan Krueng Tingkeum di Kutablang, Kabupaten Bireuen sebelum dan sesudah diterjang banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan setempat pada Kamis (27/11/2025). 

Warga yang merupakan putra asli Samalanga, Kabupaten Bireuen tersebut mengaku telah berencana untuk menempuh perjalanan ke kampung halamannya, untuk menjenguk dan mengecek kondisi keluarganya.

Namun ia terpaksa menunda perjalanannya usai mendapatkan informasi tersebut dari sejumlah sumber.

Baca juga: 4 Artis Asal Pulau Sumatera yang Ikut jadi Korban Banjir, Rumah Mawa Hingga Teuku Ryan Ikut Terendam

Kesulitan di lapangan semakin diperparah dengan putusnya akses informasi di daerah terdampak akibat terganggunya jaringan telekomunikasi.

Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya menghubungi keluarga mereka karena jaringan yang terputus sejak banjir melanda.

"Mau pulang, tapi ga bisa. Akses komunikasi juga sangat sulit. Bahkan kami di Lhokseumawe juga susah mendapatkan jaringan yang stabil," ujar warga tersebut.

Menurutnya, dengan lumpuhnya jalur utama dan alternatif, hingga kini belum ada informasi terkait solusi penyeberangan yang memadai. 

Masyarakat pun diimbau untuk menunda perjalanan melintasi wilayah tersebut demi menghindari kemacetan panjang yang tidak terhindarkan.

Jembatan rangka baja kembali hanyut usai 7 tahun dibangun ulang

Ambruknya Jembatan Krueng Tingkeum kali ini adalah pengulangan memori pahit dari bencana yang sama tujuh tahun silam.

Struktur yang kini menjadi puing hanyut di sungai, merupakan jembatan baru yang didirikan sebagai respons langsung atas kerusakan total yang terjadi pada Februari 2017.

Baca juga: Korban Banjir di Bireuen Disebut Mulai Anarkis Akibat Stok Logistik Menipis

Kala itu, tiang rangka baja penyangga jembatan lama bengkok dihantam kayu saat banjir bandang, yang memaksa pembongkaran total dan pembangunan ulang.

Selama proses pembangunan kembali, masyarakat harus bergantung pada rakit penyeberangan berbayar dan menggunakan jalur desa alternatif sepanjang 7,5 hingga 8,5 kilometer untuk kendaraan roda empat.

Pembangunan jembatan tipe A rangka baja baru ini digarap dengan dana APBN 2017 senilai lebih dari Rp 37,6 miliar dan akhirnya rampung pada Januari 2018.

Jembatan yang baru berusia sekitar tujuh tahun dan dibangun khusus untuk menggantikan struktur yang gagal akibat banjir, kini kembali hancur total oleh penyebab yang sama.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved