Banjir Landa Aceh
Menteri PU: Jalan dan Jembatan di Aceh Berangsur Pulih Pascabencana
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa konektivitas jalan merupakan “urat nadi” pemulihan pascabencana.
Ringkasan Berita:
- Akses jalan dan jembatan yang terdampak banjir di Provinsi Aceh mulai berangsur pulih.
- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melakukan perbaikan struktur jalan serta penanganan jembatan, khususnya di ruas strategis Jalan Nasional Banda Aceh–Medan.
- Pekerjaan tidak hanya terbatas pada pembersihan lumpur dan sedimen, tetapi juga meliputi perbaikan kerusakan jalan akibat genangan dan aliran banjir, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang.
SERAMBINEWS.COM – Akses jalan dan jembatan yang terdampak banjir di Provinsi Aceh mulai berangsur pulih.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melakukan perbaikan struktur jalan serta penanganan jembatan, khususnya di ruas strategis Jalan Nasional Banda Aceh–Medan.
Pekerjaan tidak hanya terbatas pada pembersihan lumpur dan sedimen, tetapi juga meliputi perbaikan kerusakan jalan akibat genangan dan aliran banjir, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang.
Penanganan difokuskan pada jalur utama penghubung antarwilayah dan antarprovinsi.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa konektivitas jalan merupakan “urat nadi” pemulihan pascabencana.
Menurutnya, akses transportasi yang cepat, aman, dan andal sangat menentukan kelancaran distribusi logistik, pemulihan ekonomi masyarakat, serta mobilitas layanan dasar.
“Konektivitas adalah kunci. Jalan yang kembali fungsional akan mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Penanganan pascabencana tidak berhenti pada pembersihan, tetapi harus dilanjutkan dengan perbaikan agar layanan jalan benar-benar pulih,” ujar Dody.
Baca juga: Nagan Raya tak Lagi Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana, Kini Beralih ke Transisi Pemulihan
Perbaikan Jalan dan Penanganan Lubang
BPJN Aceh juga fokus menutup lubang-lubang jalan yang membahayakan keselamatan pengguna melalui metode patching.
Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro, menjelaskan bahwa penanganan rutin dilakukan dengan metode patching dan sapu lubang (salob) menggunakan material Tambalan Cepat Mantap (TCM), bongkaran aspal Cold Milling Machine (CMM), serta pelapisan hotmix.
Pekerjaan perbaikan telah dilakukan sepanjang kurang lebih 4 kilometer di jalur lintas Banda Aceh–Medan, khususnya di Kota Kuala Simpang dan sekitarnya.
Penanganan difokuskan pada titik-titik kritis dan akan dilanjutkan secara bertahap hingga batas Provinsi Sumatera Utara.
“Beberapa titik di perbatasan Aceh–Sumut juga sudah mulai ditangani,” tambah Heri.
Selain itu, BPJN Aceh dibantu sejumlah BUMN Karya untuk mempercepat penanganan.
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
| Bupati Bireuen Tinjau Lokasi Pembangunan Huntap |
|
|---|
| Mendagri Kirim 7 Alat Berat Untuk Pemulihan Aceh Tengah dari Bencana |
|
|---|
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sejumlah-kendaraan-melintasi-jembatan-bailey-Krueng-Tingkeum-Kutablang-Bireuen.jpg)