Pendidikan
Putra Pidie Terbitkan Buku Gagasan Pendidikan untuk Membangun Peradaban Berintegritas
Dr. Iswadi, M.Pd kembali memperkaya wacana pendidikan nasional melalui penerbitan buku Gagasan Pendidikan untuk Membangun Peradaban Berintegritas
SERAMBINEWS.COM - Dr. Iswadi, M.Pd kembali memperkaya wacana pendidikan nasional melalui penerbitan buku Gagasan Pendidikan untuk Membangun Peradaban Berintegritas dengan ISBN: 978-634-7489-73-9.
Ia merupakan pria kelahiran Pidie, Provinsi Aceh atau tepatnya di Desa Masjid Laweung pada 1 November 1979.
Buku ini menegaskan kembali peran pendidikan bukan sekadar sebagai sarana transfer pengetahuan, melainkan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya yang berorientasi pada pembebasan, integritas, dan pembangunan peradaban yang bermartabat.
Dalam perspektif yang diusung penulis, pendidikan tidak dapat direduksi pada capaian kognitif, penguasaan keterampilan teknis, atau pemenuhan kebutuhan pasar kerja semata.
Pendidikan harus dipahami sebagai proses pemanusiaan manusia yang membebaskan peserta didik dari belenggu ketidaktahuan, ketidakadilan struktural, dan dominasi cara berpikir yang meniadakan nilai-nilai moral serta kemanusiaan.
Baca juga: Peta Jalan Baru Karier Guru Indonesia
Di sinilah konsep pendidikan membebaskan menemukan relevansinya dengan gagasan integritas yang menjadi inti buku ini.
Dr. Iswadi memandang pendidikan membebaskan sebagai fondasi penting dalam pembangunan peradaban berintegritas.
Pendidikan yang membebaskan tidak bersifat indoktrinatif, tidak menempatkan peserta didik sebagai objek pasif, melainkan sebagai subjek yang sadar, kritis, dan bertanggung jawab.
Melalui pendidikan semacam ini, individu didorong untuk memahami realitas sosial secara reflektif sekaligus memiliki keberanian moral untuk mengubahnya ke arah yang lebih adil dan berkeadaban.
Buku ini disusun dengan pendekatan konseptual dan analitis yang menautkan relasi antara pendidikan, karakter, dan pembangunan peradaban dalam konteks tantangan global.
Globalisasi, disrupsi teknologi, dan arus pragmatisme dinilai telah melahirkan kecenderungan pendidikan yang mekanistik dan utilitarian.
Akibatnya, pendidikan kerap kehilangan dimensi emansipatorisnya dan gagal membentuk kesadaran kritis peserta didik.
Baca juga: Refleksi 2025: Bencana, Negara dan Pemerintahan Prabowo Harus Perbaiki Komunikasi Publik di 2026
Dalam situasi inilah, pendidikan membebaskan menjadi tawaran strategis untuk mengembalikan makna hakiki pendidikan.
Dr. Iswadi secara kritis mengulas berbagai problematika pendidikan kontemporer, seperti krisis etika, melemahnya nilai kebajikan, dan meningkatnya praktik dehumanisasi dalam dunia pendidikan.
Sistem evaluasi yang menekankan angka, kompetisi yang berlebihan, serta relasi kuasa yang hierarkis antara pendidik dan peserta didik dinilai berpotensi melanggengkan ketidakadilan dan mematikan daya kritis.
| Wali Kota Dorong Guru di Banda Aceh Melek Teknologi dan AI, Ini Alasannya |
|
|---|
| Pemkab Aceh Besar Tuntaskan Pembayaran TPG, Tegaskan Komitmen Sejahterakan Guru |
|
|---|
| Membanggakan, Siswa SMA Mosa Aceh Raih Juara Olimpiade Seni dan Bahasa Nasional |
|
|---|
| Krisis Anggaran, Pesantren Al-Mujaddid Sabang Terancam Tutup dan Kembalikan Pengelolaan ke Pemko |
|
|---|
| Proses Belajar Mengajar SMA Akan Segera Dibuka di Beutong Ateuh Nagan Raya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Putra-Pidie-Terbitkan-Buku-Gagasan-Pendidikan-untuk-Membangun-Peradaban-Berintegritas.jpg)