Breaking News

Berita Nasional

DPR Buat Amarah Rakyat Mendidih hingga Picu Gelombang Demo, JK: Menghina Masyarakat

"Jangan bicara asal-asal dan jangan menghina masyarakat. Ini semua yang menjadi penyebab daripada masalah," kata JK.

Editor: Nurul Hayati
Kompas/Rony Ariyanto Nugroho
AKSI BERANI - Seorang ibu mengenakan kerudung pink maju menghadapi barisan anggota Brimob saat demo di depan gedung DPR RI pada Kamis (28/8/2025). Ia tak gentar dan mundur meski kondisi hujan. Pernyataan dari sejumlah anggota DPR RI memantik kemarahan rakyat dan berujung gelombang demo. 

Kematian Affan membuat publik geram sehingga gelombang demonstrasi meluas ke berbagai wilayah Indonesia.

Aksi-aksi itu di antaranya digelar di Gedung DPRD Sumatra Utara (Sumut), Mapolda Sumatra Barat (Sumbar), Gedung DPRD Jambi, Polda Metro Jaya, Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Mapolda Jateng, Mako Brimob Batalyon C Solo, Mapolda DIY, Mapolda Kalteng, dan Gedung DPRD Makassar.

Di Makassar, Gedung DPRD dibakar dan aksi demo mengakibatkan tiga korban tewas.

Meski aksi lanjutan banyak yang menargetkan markas polisi, sejumlah pihak menilai demonstrasi besar tidak akan terjadi jika DPR bersedia menerima dan mendengar aspirasi rakyat Indonesia.

DIBAKAR MASSA - Setelah gedung DPRD Makassar yang dibakar pada Jumat (29/8/2025) malam (kiri), giliran Gedung DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) (kanan) yang hangus dilalap api pada Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 12.30 WITA.
DIBAKAR MASSA - Setelah gedung DPRD Makassar yang dibakar pada Jumat (29/8/2025) malam (kiri), giliran Gedung DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) (kanan) yang hangus dilalap api pada Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 12.30 WITA. (KOLASE SERAMBINEWS.COM/TRIBUN TIMUR/TRIBUN LOMBOK)

Baca juga: Usai Bumi Hanguskan Gedung DPRD Makassar, Warga Jarah Puing Mobil Terbakar

1. Jusuf Kalla (JK)

JUSUF KALLA - Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla tanggapi polemik kepemilikan empat pulau yang memicu ketegangan antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, di kediamannya di Jakarta Selatan, Jumat (13/6/2025) pukul 16.00 WIB.
JUSUF KALLA - Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla tanggapi polemik kepemilikan empat pulau yang memicu ketegangan antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, di kediamannya di Jakarta Selatan, Jumat (13/6/2025) pukul 16.00 WIB. (KOMPAS TV)


 
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menilai akar meluasnya gelombang demonstrasi di sejumlah wilayah merupakan penyebab dari sikap anggota DPR.

Ia menyebut anggota DPR telah melukai hati rakyat sebab berbicara sembarangan dan cenderung merendahkan.

"Jangan bicara asal-asal dan jangan menghina masyarakat. Ini semua yang menjadi penyebab daripada masalah," kata JK dalam sebuah video yang diterima Kompas.com, Jumat (29/8/2025).

JK pun mengingatkan, agar gelombang demonstrasi yang terjadi sejak Kamis (28/8/2025), harus menjadi pelajaran besar bagi anggota DPR.

"Bagi para pejabat, para anggota DPR, untuk menahan diri. Ini harus menjadi pelajaran yang besar," tegasnya.

Baca juga: Driver Ojol Tewas Dilindas Buat Rakyat Marah, Demo Bentrok di Berbagai Daerah, 3 Nyawa Melayang

2. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengucapkan bela sungkawa atas kematian Affan Kurniawan.

Ia menyebut, tewasnya Affan dan aksi demonstrasi tidak akan terjadi apabila sejak awal, DPR bersedia menerima kehadiran massa dan mendengarkan aspirasi mereka.

 
"Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya, Saudara, Anak kita, Affan Kurniawan," tulis Ahok dalam Instagramnya, @basukibtp, Jumat.

"Kedukaan ini tidak akan terjadi kalau sejak awal pendemo diterima oleh DPR dan Pemerintah, didengarkan aspirasinya, serta dicarikan solusi atas masalahnya," imbuh dia.

Ahok juga mengimbau agar rakyat yang turun ke jalan mengikuti aksi, tidak terhasut provokator dan tetap menjaga keselamatan diri.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved