Selasa, 2 Juni 2026

Pojok Humam Hamid

Negara yang tidak Menyebut Nasional, tetapi Menghadapi Krisis Nasional

Negara tampak seolah ingin membedakan antara “status nasional” dan “tanggung jawab nasional”. 

Tayang:
Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Prof. Dr. Ahmad Human Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Dalam sejarah penanganan bencana, kegagalan terbesar tidak pernah terjadi pada hari pertama, tetapi pada hari-hari di mana negara mengira situasi “sudah cukup terkendali”, padahal fondasi belum pernah benar-benar diperbaiki.

Siklon Senyar25 adalah ujian kedewasaan negara dalam menghadapi ketidaknormalan. 

Menyebut atau tidak menyebut “nasional” bukan inti persoalan. 

Intinya adalah apakah negara mampu bertindak secara nasional ketika realitas telah melampaui batas daerah. 

Masa empat belas hari ini akan menjawab itu. 

Dan jawaban tersebut akan menentukan apakah fase-fase berikutnya berjalan sebagai pemulihan, atau sebagai rangkaian krisis yang ditunda.

Ini bukan ancaman. 

Ini peringatan. 

Negara yang bijak mendengar peringatan bukan untuk mengubah wajahnya, tetapi untuk menyelamatkan fungsinya.

*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. 

Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved