Pojok Humam Hamid
Negara yang tidak Menyebut Nasional, tetapi Menghadapi Krisis Nasional
Negara tampak seolah ingin membedakan antara “status nasional” dan “tanggung jawab nasional”.
Dalam sejarah penanganan bencana, kegagalan terbesar tidak pernah terjadi pada hari pertama, tetapi pada hari-hari di mana negara mengira situasi “sudah cukup terkendali”, padahal fondasi belum pernah benar-benar diperbaiki.
Siklon Senyar25 adalah ujian kedewasaan negara dalam menghadapi ketidaknormalan.
Menyebut atau tidak menyebut “nasional” bukan inti persoalan.
Intinya adalah apakah negara mampu bertindak secara nasional ketika realitas telah melampaui batas daerah.
Masa empat belas hari ini akan menjawab itu.
Dan jawaban tersebut akan menentukan apakah fase-fase berikutnya berjalan sebagai pemulihan, atau sebagai rangkaian krisis yang ditunda.
Ini bukan ancaman.
Ini peringatan.
Negara yang bijak mendengar peringatan bukan untuk mengubah wajahnya, tetapi untuk menyelamatkan fungsinya.
*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis.
humam hamid aceh
pojok humam hamid
bencana siklon senyar
Status Bencana Aceh
Bencana Sumatera
Serambi Indonesia
| Revisi Narasi Sejarah Aceh dari Hanya Perang dan Ulama: Saudagar Habib Bugak |
|
|---|
| Qurban Sosial: Mampukah Aceh Melepaskan Hambatan Kemajuan |
|
|---|
| Membaca Indonesia Hari Ini: Chairul Tanjung, Purbaya, dan Presiden Prabowo |
|
|---|
| Dolar Naik: Neraca Untung-Rugi Masyarakat Kawasan Pedesaan Kita |
|
|---|
| Prabowo dan The Economist: Indonesia dan Siklus Optimisme - Kewaspadaan Versi Media Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/humam-hamid-sosiolog-aceh-4.jpg)