KUPI BEUNGOH
Dibiarkan Menderita dalam Banjir Raksasa: Phet That Nasib Cucu Iskandar Muda
Negara sepertinya absen dan ogah menetapkan sebagai bencana nasional yang wajib ditangani oleh Pusat.
Namun, kini di tahun 2025, cucu-cucu Iskandar Muda menangis pilu, tersedu-sedu, di seluruh wilayah terdampak banjir Siklon Senyar.
Cucu-cucu Iskandar Muda sekarang menjerit di mana-masa. Nyaris tak ada yang bantu mereka, laksana Iskandar Muda dulunya suka membantu negeri-negeri Melayu dari aneksasi Portugis.
Dalam sebuah laporan televisi nasional, presenter perempuan melakukan siaran live sambil menangis tersedu-sedu melihat penderitaan cucu Iskandar Muda yang terkurung, terlantar, diancam penyakit, dan tak hadirnya negara dalam upaya membantu mereka.
Cucu-cucu Iskandar Muda sekarang lagi menunggu datangnya Imam Mahdi dalam upaya membebaskan mereka dari penderitaan yang sangat menyakitkan.
Hampir satu bulan cucu-cucu Iskandar Muda berada dalam kurungan banjir bandang.
Baca juga: Masjid Al-Kubra Kuta Binjei Ramah “Pengungsi Nomaden” Lintas Agama, Bukti Aceh Toleran
Negara sepertinya absen dan ogah menetapkan sebagai bencana nasional yang wajib ditangani oleh Pusat. Ada kesan pembiaran dalam derita.
Anehnya, bantuan dari luar negara sendiri juga dilarang. Duh! Alangkah pahit (phet that) nasib cucu Iskandar Muda saat ini.
Semoga doa-doa cucu Iskandar Muda agar terbebas dari penderitaan segara terkabul, dan mereka dapat hidup dalam kejayaan seperti dahulu kala yang sangat terhormat.
*) PENULIS adalah Pemerhati Pembangunan Aceh, berdomisili di Negeri Selangor Kerajaan Malaysia
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
| Kesaksian dari Muraya: Ketika Solidaritas Fiskal Lampaui Batas Provinsi - Cerita Mendagri di APEKSI |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 11, Pertemuan Islamabad Jilid Dua, Menuju Perdamian |
|
|---|
| 821 Tahun Banda Aceh : Menghidupkan Kembali Semangat Kota Tamaddun Kekinian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jafar-Insya-Reubee-Pemerhati-Pembangunan-Aceh-berdomisili-di-Negeri-Selangor-Malaysia.jpg)