Pojok Humam Hamid
Surat Terbuka kepada Gubernur Aceh dan 18 Kepala Daerah Tingkat II Terdampak Bencana
saya menulis surat terbuka ini untuk menyampaikan perhatian mendalam atas kondisi Aceh pasca Siklon Senyar25 yang melanda pada akhir 2025
Selain itu, langkah penting berikutnya adalah mendata pengungsi secara lengkap, memverifikasi tingkat kerusakan secara akurat, dan memulihkan mata pencaharian dasar masyarakat terdampak.
Semua tindakan ini harus dilakukan secara menyeluruh agar fondasi pemulihan Aceh dapat dibangun dengan kuat dan tepat sasaran.
Tanpa terpenuhinya indikator-indikator ini, fase darurat secara faktual belum selesai, meskipun secara administratif dinyatakan berakhir.
Pemulihan Semu Memperpanjang Penderitaan Rakyat
Ketergesaan berpindah ke tahap pemulihan awal, rehabilitasi, atau rekonstruksi tanpa fondasi ini akan menimbulkan pemulihan semu, yang memperpanjang penderitaan rakyat dan meningkatkan risiko sosial-ekonomi.
Pembagian tanggung jawab antara pusat dan daerah menjadi sangat strategis.
Pemerintah pusat bertanggung jawab menyediakan dukungan fiskal, kebijakan lintas sektor, dan koordinasi nasional, sementara pemerintah daerah memegang otoritas faktual atas data lapangan, prioritas kebutuhan, dan distribusi bantuan.
Sinkronisasi yang lemah akan langsung mempengaruhi kualitas pemulihan awal, kualitas rehabilitasi, dan keberhasilan rekonstruksi jangka panjang.
Perlu ditekankan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi bukan fase untuk mencari tahu apa yang rusak atau hilang.
Jawaban atas pertanyaan “apa yang akan direhabilitasi dan dibangun kembali?” harus tersedia dan bersumber dari data yang diverifikasi dan diakui pada fase darurat.
Baca juga: Renungan Akhir Tahun: Top Mata Kap Igoe, Seurah Droe bak Allah Taala
Tanpa data sahih, program rehab-rekon akan rapuh, salah sasaran, pemborosan anggaran meningkat, proyek strategis tertunda, dan potensi konflik masyarakat meningkat.
Memasuki tahap eksekusi tanpa dasar data yang jelas sama dengan membangun di atas asumsi: konsekuensinya dapat diprediksi - ketimpangan sosial meningkat, produktivitas ekonomi terhenti, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah menurun.
Fase darurat juga menentukan kualitas fase pemulihan awal.
Dalam skenario sukses, fase darurat ditutup secara sempurna, akses terbuka ke seluruh wilayah, pengungsi terdokumentasi, distribusi bantuan merata, dan lumpur dibersihkan.
Pemulihan awal berjalan lancar, rehabilitasi terstruktur, dan rekonstruksi dijalankan dengan prinsip build back better, membangun Aceh lebih tangguh, masyarakat lebih resilien, dan ekonomi lokal cepat pulih.
Sebaliknya, fase darurat yang setengah matang atau gagal akan menimbulkan masalah berlapis.
| Revisi Narasi Sejarah Aceh dari Hanya Perang dan Ulama: Saudagar Habib Bugak |
|
|---|
| Qurban Sosial: Mampukah Aceh Melepaskan Hambatan Kemajuan |
|
|---|
| Membaca Indonesia Hari Ini: Chairul Tanjung, Purbaya, dan Presiden Prabowo |
|
|---|
| Dolar Naik: Neraca Untung-Rugi Masyarakat Kawasan Pedesaan Kita |
|
|---|
| Prabowo dan The Economist: Indonesia dan Siklus Optimisme - Kewaspadaan Versi Media Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/prof-dr-ahmad-humam-hamid.jpg)