Kamis, 4 Juni 2026

Pojok Humam Hamid

Surat Terbuka kepada Gubernur Aceh dan 18 Kepala Daerah Tingkat II Terdampak Bencana

saya menulis surat terbuka ini untuk menyampaikan perhatian mendalam atas kondisi Aceh pasca Siklon Senyar25 yang melanda pada akhir 2025

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/Handover
Prof. Dr. Ir. Ahmad Humam Hamid, MA, Guru Besar Unsyiah Banda Aceh. 

Pengungsi masih terisolasi, distribusi bantuan kacau, sawah dan pertanian tidak bisa dimanfaatkan, program rehabilitasi tidak terkoordinasi, proyek strategis tertunda, dan produktivitas masyarakat berhenti. 

Baca juga: Thailand: Bencana, dan Makna Permintaan Maaf Negara

Akibatnya, seluruh fase pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi akan terhambat, bahkan mungkin gagal total. 

Keputusan terburu-buru di fase pemulihan awal tanpa fondasi darurat yang tuntas akan menimbulkan pemulihan semu, proyek tak selesai, dan pemborosan sumber daya.

Prinsip Strategis yang Perlu Dijalankan

Dengan semua pertimbangan ini, saya menegaskan beberapa prinsip strategis bagi seluruh pemangku kepentingan. 

Fokus utama saat ini adalah menuntaskan fase darurat secara tuntas, membersihkan lumpur, membuka akses, mendata pengungsi, memverifikasi kerusakan, dan memulihkan mata pencaharian dasar. 

Keputusan untuk melanjutkan ke fase pemulihan awal dan rehabilitasi-rekonstruksi hanya dapat dilakukan berdasarkan data yang sahih dan tervalidasi. 

Ketegasan, sinkronisasi, dan keterbukaan antara pemerintah pusat dan daerah harus dijaga. 

Pemulihan yang efektif bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga memulihkan akses fisik, mata pencaharian, dan struktur sosial-ekonomi masyarakat. 

Hanya dengan pendekatan ini Aceh dapat keluar dari krisis dengan kekuatan lebih besar.

Fase darurat adalah fondasi bagi seluruh pemulihan Aceh

Ketepatan, ketuntasan, dan kecepatan di fase ini bukan sekadar respons darurat, tetapi investasi strategis untuk pemulihan Aceh dalam jangka menengah dan panjang. 

Kegagalan menuntaskan fase darurat akan memperlambat pemulihan, memperpanjang penderitaan masyarakat, dan melemahkan kapasitas pemerintah untuk membangun kembali wilayah terdampak. 

Baca juga: Mahathir dan Bencana: Utang Ekologi dan Paradigma Baru Bantuan Internasional

Keberhasilan fase darurat adalah penentu apakah Aceh dapat pulih cepat, membangun ekonomi lokal yang tangguh, dan menguatkan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat.

Dengan penuh kesadaran atas tantangan besar ini, saya menyerukan agar seluruh sumber daya, energi, dan perhatian tertuju pada pengakhiran fase darurat secara menyeluruh. 

Keputusan untuk bergerak cepat ke tahap pemulihan awal atau rehabilitasi-rekonstruksi tanpa fondasi darurat yang lengkap adalah kesalahan strategis yang tidak boleh dilakukan. 

Hanya dengan pengakhiran fase darurat yang sempurna, Aceh dapat membangun kembali wilayahnya, memulihkan kehidupan sosial-ekonomi warganya, dan menghadapi bencana di masa depan dengan ketahanan yang lebih tinggi.

Saya menutup surat ini dengan keyakinan bahwa kepemimpinan yang tegas, berbasis data, dan bertanggung jawab akan menjadi kunci sukses Aceh dalam menata kembali kehidupan masyarakat pascabencana. 

Tindakan nyata di fase darurat bukan sekadar respon krisis, tetapi investasi untuk Aceh yang lebih kuat, lebih adil, dan lebih tangguh menghadapi masa depan. 

Aceh tidak boleh hanya pulih secara fisik, tetapi harus keluar dari krisis ini dengan ketahanan sosial-ekonomi yang lebih kuat, kepercayaan publik yang pulih, dan pembangunan berkelanjutan yang siap menghadapi bencana berikutnya. 

Fase darurat adalah fondasinya, dan fondasi yang lemah akan membuat seluruh bangunan pemulihan runtuh.

*) PENULIS adalah Mantan Anggota Dewan Pengarah BRR Aceh Nias 2004 dan juga Mantan anggota Multi Donor Fund - EU, the US, World Bank, Jepang, Australia, dan Kanada untuk pembangunan Aceh Nias Paska Tsunami

Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved