Jumat, 12 Juni 2026

Pojok Humam Hamid

"Rujak Batee Iliek", Netizen, dan Media Sosial: Resep Bupati Nurdin AR untuk Jenderal Maruli

Rujak Batee Iliek bukan sekadar kuliner, tetapi metafora kepemimpinan. Dari sejarah Aceh hingga era post-truth

Tayang:
Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/HO
Mantan Anggota Dewan Pengarah BRR Aceh Nias 2004 dan juga Mantan Anggota Multi Donor Fund - EU, the US, World Bank, Jepang, Australia, dan Kanada untuk pembangunan Aceh Nias Pasca Tsunami. 

Namun Post-Truth bukan alasan untuk panik atau membalas dengan kemarahan: Justru di sinilah kualitas kepemimpinan diuji.

Nurdin AR telah menunjukkan, jauh sebelum istilah Post-Truth dikenal, bahwa humor dan ketenangan adalah alat yang ampuh untuk meredam kegaduhan. Ia memahami bahwa melawan emosi dengan emosi hanya akan memperbesar kebisingan.

Rujak Batee Iliek kembali menjadi metafora yang tepat: Semua rasa hadir sekaligus.

Tidak ada yang dihilangkan, tetapi semuanya dikelola. Begitu pula kepemimpinan di era digital. Kritik, ejekan, dan sindiran tidak harus dihapus, tetapi perlu disikapi dengan kepala dingin dan ketelitian.

Pada akhirnya, yang diuji bukan hanya ketangguhan infrastruktur, tetapi juga ketangguhan mental para pemimpin: Karena bencana tidak hanya merobohkan jembatan, tetapi juga membuka retakan kepercayaan.

Dan di tengah rujakan media sosial, kegaduhan Post-Truth, serta tekanan kerja yang berat, pelajaran dari Batee Iliek tetap relevan: Ketahanan sejati bukan ditunjukkan dengan kemarahan, tetapi dengan kemampuan tetap tenang ketika semua rasa bercampur dan menekan sekaligus.

Pemimpin yang bijak tahu bahwa menahan ego di tengah derasnya ejekan netizen bukanlah kelemahan, melainkan seni: Sebuah tari sunyi di atas meja rujak, di mana setiap cabai sindiran, asam ejekan, dan manis pujian diaduk menjadi harmoni yang hanya dimengerti oleh mereka yang cukup sabar untuk tertawa pada diri sendiri sebelum orang lain menertawakannya.

 

*) PENULIS adalah Mantan Anggota Dewan Pengarah BRR Aceh Nias 2004 dan juga Mantan Anggota Multi Donor Fund - EU, the US, World Bank, Jepang, Australia, dan Kanada untuk pembangunan Aceh Nias Pasca Tsunami.

Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved