Pojok Humam Hamid
Aceh, Rusia, dan Tentara Bayaran: Muhammad Rio vs Hans Christoffel
Christoffel adalah produk sistem kolonial yang melegitimasi perang bayaran, sementara Muhammad Rio adalah produk globalisasi konflik
Tidak ada catatan sejarah tentang prajurit Aceh yang disewakan ke kerajaan asing demi bayaran.
Aceh tidak mengekspor pasukan, dan tidak pula menggantungkan pertahanannya pada tentara bayaran profesional.
Ini adalah karakter unik Aceh dalam sejarah: kedaulatan militer dijaga dari dalam, bukan dari jasa profesional eksternal.
Baca juga: Perang Aceh: Islam versus Barat?
Tentara Bayaran Belanda dalam Perang Aceh
Kontras tajam muncul ketika Belanda menjalankan proyek kolonialnya di Aceh pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Untuk menundukkan perlawanan rakyat Aceh yang panjang dan brutal, Belanda mengandalkan pasukan kolonial KNIL yang diisi oleh prajurit lokal non-Aceh serta perwira Eropa, termasuk “mercenary” dari luar Belanda.
Salah satu figur paling fenomenal adalah Hans Christoffel.
Hans Christoffel lahir di Rothenbrunnen, Swiss, pada 13 September 1865.
Ia bergabung dengan KNIL pada 1886 dan dikenal sebagai perwira kontra-gerilya yang efektif.
Christoffel memimpin operasi di medan hutan dan pegunungan Aceh, memburu tokoh-tokoh perlawanan, dan menjalankan strategi represif yang keras.
Dalam arsip kolonial Belanda, ia dipuji sebagai perwira berani dan disiplin.
Namun dari perspektif Aceh, Christoffel adalah representasi klasik “mercenary” kolonial.
Ia bukan orang Belanda, bukan pula bagian dari masyarakat yang ditaklukkannya.
Loyalitasnya dijaga oleh gaji, pangkat, dan kepentingan imperium. Aceh bukan tanah airnya, dan perang itu bukan perang eksistensial baginya.
Ia adalah prajurit profesional yang bekerja untuk mesin kolonial.
Baca juga: Sosok Bripda Muhammad Rio, Anggota Brimob Polda Aceh Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia
Muhammad Rio, Fenomena “Mercenary” Modern
Lebih dari satu abad kemudian, nama lain muncul dari Aceh dalam konteks yang sama sekali berbeda: Muhammad Rio.
tentara bayaran
tentara bayaran Rusia
Muhammad Rio
mercenary adalah
pojok humam hamid
sejarah tentara bayaran
Serambi Indonesia
| Qurban Sosial: Mampukah Aceh Melepaskan Hambatan Kemajuan |
|
|---|
| Membaca Indonesia Hari Ini: Chairul Tanjung, Purbaya, dan Presiden Prabowo |
|
|---|
| Dolar Naik: Neraca Untung-Rugi Masyarakat Kawasan Pedesaan Kita |
|
|---|
| Prabowo dan The Economist: Indonesia dan Siklus Optimisme - Kewaspadaan Versi Media Internasional |
|
|---|
| JKA, Senyar, dan Otsus: Ujian Serius atau Kembali “Lagee Biasa”? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Foto-Prof-Ahmad-Humam-Hamid-terbaru.jpg)