Selasa, 5 Mei 2026

KUPI BEUNGOH

Sadar Gizi, Generasi Emas Menanti

Gizi adalah fondasi utama dalam mewujudkan kesehatan yang prima.  Kata gizi berasal dari bahasa Arab, ”ghidza” yang bermakna makanan yang menyehatkan.

Tayang:
Editor: Yeni Hardika
SERAMBINEWS.COM/HO
Siti Amira Mardhatillah, mahasiswi Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Aceh. 

Data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2024, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Penderitanya mencapai 20,4 juta orang.

Secara global diperkirakan 589 juta orang hidup dengan diabetes dan diproyeksikan melonjak hingga 853 juta pada tahun 2050.

Sementara penyakit kardiovaskuler adalah pembunuh nomor satu di dunia. Juga di Indonesia.

Rilis World Health Organization (WHO) mengungkapkan, kematian akibat penyakit kardiovaskuler mencapai 17 juta jiwa lebih per tahun.

Di Indonesia mencapai 651.481 jiwa, dengan penyebab utama stroke, disusul jantung koroner dan hipertensi (brin.go.id).  

Baca juga: Dari Thaif ke Aceh: Makna Isra Mikraj di Tengah Bencana

Gizi Seimbang

Gizi seimbang ditandai dengan pola makan yang menyelaraskan berbagai kebutuhan tubuh sesuai dengan porsinya.

Selama ini, sebagian besar masyarakat Indonesia dibiasakan makan nasi (karbohidrat) dalam jumlah banyak, tapi sedikit protein (ikan, telur, daging), serta kurang vitamin dan mineral.

Kita belum merasa makan jika belum melahap nasi.

Padahal baru saja menghabiskan sepiring mi goreng, setongkol jagung, sejumlah roti atau sumber energi lainnya.

Makan masih sebatas menghilangkan rasa lapar dan melepaskan hawa nafsu.

Perhatian terhadap aspek gizi dan kebugaran belum terlalu dihiraukan.

Pola makan tinggi karbohidrat bila tidak dibarengi dengan konsumsi sayur dan buah berakibat pada munculnya berbagai penyakit degeneratif yang berakibat pada menurunnya status kesehatan.

Beras masih menjadi sumber utama energi harian masyarakat Indonesia.

Lebih 98 persen rumah tangga di Indonesia mengonsumsi beras.

Merujuk pada laman badanpangan.go.id, rata-rata konsumsi per kapita per bulan mencapai 6,6 kg di tahun 2023.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved